VIRAL Percakapan di WA Group Siswa STM Se-Jabodetabek, Ungkap Pembayaran Untuk Ikut Aksi Demo di DPR
Polri menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus percakapan sejumlah orang dalam grup WhatsApp yang mengatasnamakan pelajar STM. Percakapan ter
TRIBUNJAMBI.COM– Polri menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus percakapan sejumlah orang dalam grup WhatsApp yang mengatasnamakan pelajar STM.
Percakapan tersebut terjadi di sejumlah grup dengan nama yang mencirikan sekumpulan pelajar STM, misalnya dengan nama " G30S STM ALLBASE" dan "STM Sejabodetabek".
Di dalam grup tersebut terdapat sejumlah kontak yang aktif berkirim pesan namun tidak diketahui dengan jelas identitasnya.
Anggota grup terlibat dalam obrolan yang menunjukkan kondisi mereka setelah mengikuti aksi demo.
Kata-kata kasar pun kerap kali muncul dalam grup-grup tersebut.
Namun, salah satu yang menjadi sorotan adalah perkara pembayaran terkait aksi demo yang mereka lakukan.
Baca: DITUTUPI Payung dan Dibungkus Selimut Tipis, Bayi Ditemukan Menangis Dikerubuti Semut di Bawah Tol
Baca: 28 Persen Warga Kerinci Belum Miliki Kartu BPJS Kesehatan, Peluang Daftar Jamkesda Terbuka
Baca: Daftar Zodiak yang Alami Masa Sulit di Oktober 2019, Taurus Alami Dilema, Pisces Banyak Konflik!
Dalam tangkapan layar yang beredar, mereka menyebut tidak menerima uang seperti yang dijanjikan oleh sang koordinator aksi sehingga hanya menerima lelah atas unjuk rasa yang telah mereka lakukan.
Mengenai kasus ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyebut bahwa sudah dilakukan penetapan status tersangka.
Hal ini disampaikan Dedi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/10/2019) siang.
“Sudah di-profiling dan identifikasi akun-akunnya oleh siber,” kata Dedi.
“Sudah ada 4 tersangka tapi nanti kalau sudah ditangkap akan disampaikan,” lanjutnya.
Namun hingga sejauh ini pihak kepolisian belum bisa merilis secara gamblang kepada publik siapa sajakah keempat orang yang dimaksud.

Percakapan di dalam WAG yang mengatasnamakan anak STM(WhatsApp)
Satu hal yang menarik dalam kejadian ini, nomor-nomor yang terlibat dalam percakapan tersebut ketika ditelusuri rupanya bukanlah milik para pelajar STM atau SMK, melainkan oknum-oknum kepolisian.
Hal itu diketahui ketika memasukkan nomor yang terlihat di aplikasi Getcontact.