Demo Mahasiswa di Bandung Ricuh, Salah Seorang Pengunjuk Rasa: Jangan Semprot ! Kita Udah Mandi

Ratusan orang dibawa ke Aula Kampus Unisba yang diubah menjadi posko kesehatan sementara para korban ujuk rasa ricuh

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Tribunjambi/Mareza
Ilustrasi - Ratusan mahasiswa di Bungo kembali melakukan unjuk rasa di DPRD Bungo, Kamis (26/9/2019) 

Demo Mahasiswa di Bandung Ricuh, Salah Seorang Pengunjuk Rasa: Jangan Semprot ! Kita Udah Mandi

TRIBUNJAMBI.COM - Ratusan orang dibawa ke Aula Kampus Unisba yang diubah menjadi posko kesehatan sementara para korban ujuk rasa ricuh di Bandung pada Senin (30/9/2019).

Ratusan orang yang sebagian besar merupakan massa aksi demo di Depan Gedung DPRD Jabar itu mendapat perawatan medis awal di kampus yang berada di Jalan Tamansari, Bandung itu.

Dari ratusan orang yang menjadi korban, setidaknya ada 38 orang yang dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.

Ada empat rumah sakit yang dituju setelah dilakukan penanganan awal di Unisba, yaitu RSHS, RS Halmahera, RS Sariningsih, dan RS Borromeus.

Seorang relawan kesehatan dari Itenas, Jafar Rasyid Fadlan yang turut membantu mengevakuasi korban menyebut bahwa rata-rata korban mengalami sesak nafas.

"Korban kebanyakan karena terkena gas air mata, sesak nafas maupun sakit mata, ya. Sejumlah korban dibawa pakai motor, yang pakai mobil dan ambulan juga ada," ucap Jafar saat ditemui di depan Aula Unisba.

Tidak hanya itu aja juga sejumlah korban yang mengalami sakit di bagian kepala karena lemparan benda keras.

Serta merasa sakit di bagian kaki karena lecet saat berlari menjauhi lokasi kericuhan.

Baca: Klasemen Sementara Liga Inggris 2019/2020 Pekan 7, Setelah Manchester United vs Arsenal

Baca: Fahri Hamzah Terima THT Rp 10 Juta & Rp 3,8 Juta Per Bulan Lebih Kecil dari Penghasilan Istri Saya

Tingkah Unik Salah Seorang Pengunjukrasa

Samsul (22) seorang pria yang mengaku mahasiswa Semester 7 di salah satu Kampus di Kota Bandung, membawa atribut aksi yang unik dan ditempelkannya di punggungnya.

Aksi tersebut diakuinya karena Ia tidak suka teriak-teriak. Ribuan massa aksi berkumpul di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Jl Diponegoro, Senin (30/9/2019).

 

"Saya malas aja teriak-teriak, diam saja asal kena," kata Samsul kepada Tribun Jabar di lokasi aksi.

Isi tulisan yang terempel di punggungnya tersebut ialah "Halo Pak Polisi, Jangan Semprot ! Kita Udah Mandi". Tulisan tersebut dituangkannya di selembar kertas putih berukuran A3.

Tidak butuh persiapan ekstra, Samsul mengaku bahwa dirinya secara spontan menulis kalimat tersebut pagi tadi sebelum turun ke jalan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved