Ini yang Bakal Terjadi Bila Jokowi Bertemu Mahasiswa, Analisis Ubedilah Badrun

Ini yang bakal terjadi bila Jokowi bertemu mahasiswa. Analisis Ubedilah Badrun dari Universitas Negeri Jakarta

Editor: Duanto AS
(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/9/2019). 

Ini yang bakal terjadi bila Jokowi bertemu mahasiswa. Analisis Ubedilah Badrun dari Universitas Negeri Jakarta

TRIBUNJAMBI.COM - Apa yang akan terjadi bila Jokowi bertemu mahasiswa.

Apakah bisa diperoleh kesepakatan?

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menyebutkan salah satu solusi jitu bagi Presiden Joko Widodo ( Jokowi) agar para mahasiswa tetap percaya kepadanya.

Solusi tersebut yaitu dengan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang ( Perppu) untuk Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Solusinya sederhana, Presiden tinggal buat Perppu UU KPK yang lebih menguatkan KPK," kata Ubedilah kepada Kompas.com, Minggu (29/9/2019).

Baca Juga

 Taktik Jokowi Agar Tak Dilengserkan Mahasiswa, Ini Anak Buah Prabowo yang Mau Gagalkan Pelantikan

 Mengapa Minta Pelantikan JokowiMaruf Dipercepat, Inikah Strategi yang Bakal Dilakukan ke Depan?

 Inilah Paranormal yang Dituding Politikus Golkar Ingin Lengserkan Jokowi, Seperti Ini Kekuatannya

 Selamat untuk Agnez Mo, Keputusan Berumah Tangga Akhirnya Terungkap, 8 Pria sudah Lewat

 Hubungan Jonatan Christie dan Gronya Somerville setelah Korea Open 2019, Cek IG-nya Tambah Seru

Dia mengatakan, Presiden harus mengabulkan aspirasi para mahasiswa dan rakyat secara umum, mengingat soal pemberantasan korupsi dan demokrasi merupakan dua hal yang tidak boleh diganggu.

Apalagi, lobi Presiden dengan mengundang bertemu membahas berbagai tuntutan juga ditolak oleh para mahasiswa.

Padahal, menurut Ubedilah, undangan tersebut merupakan upaya baik Presiden untuk mendengar langsung apa yang diinginkan para mahasiswa.

"Penolakan mahasiswa untuk bertemu Presiden secara politik bisa dimaknai sebagai ekspresi yang mewakili keinginan mahasiswa yang mulai tidak percaya dengan Presiden," kata dia.

Meski demikian, menurut Ubedilah, sikap tidak percaya itu belum terlihat mengarah pada delegitimasi Presiden.

Cara Presiden bertemu dengan mahasiswa pernah dilakukan juga oleh presiden-presiden sebelumnya.

Namun, menurut Ubedilah, problem yang muncul selalu soal efektivitas pertemuan.

Bahkan, sejauh ini lebih banyak tidak efektifnya atau tidak mencapai kesepakatan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved