Berita Batanghari

Unjuk Rasa di DPRD Batanghari, Mahasiswa Buat Berita Acara dengan Anggota DPRD

Unjuk Rasa di DPRD Batanghari, Mahasiswa Buat Berita Acara dengan Anggota DPRD

Tribunjambi/Rian Aidilfi
Puluhan mahasiswa, Jumat (27/9) pagi menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batanghari. Unjuk Rasa di DPRD Batanghari, Mahasiswa Buat Berita Acara dengan Anggota DPRD 

Unjuk Rasa di DPRD Batanghari, Mahasiswa Buat Berita Acara dengan Anggota DPRD

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Usai berunjuk rasa, para mahasiswa diterima untuk bertemu dengan anggota DPRD Kabupaten Batanghari di ruang auditorium, Jumat (27/9/2019) pagi.

Hanya saja, saat itu mereka hanya bertemu dengan Muhammad Mahdan, mantan Ketua DPRD Kabupaten Batanghari periode 2014-2019 yang kini menjabat sebagai anggota terpilih periode 2020-2024.

Kepada para mahasiswa, Mahdan menyampaikan permohonan maaf. Saat ini DPRD Kabupaten Batanghari belum bisa mengambil keputusan akan permintaan dari unjuk rasa para mahasiswa. Lantaran belum memiliki ketua definitif.

Baca: Eks Menpora Imam Nahrawi Resmi Ditahan KPK, Kuasa Hukum Pertanyakan Urgensi Penahanan!

Baca: Puluhan Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Batanghari Protes RUU KUHP

Baca: Geruduk Gedung DPRD Batanghari, Ini yang Dituntut Mahasiswa

"Kita menunggu dilantiknya ketua definitif dan nanti akan disampaikan langsung olehnya," katanya.

Hanya saja, poin-poin para mahasiswa tersebut didukung dengan berita acara atau perjanjian yang akan dilaksanakan oleh ketua DPRD definitif nantinya.

Sementara, Yusuf, Koordinator lapangan menyampaikan, saat ini para mahasiswa sebagai perwakilan suara rakyat Indonesia sangat khawatir dan prihatin dengan keadaan bangsa ini.

Baca: Prabowo Subianto Soroti Demonstrasi Mahasiswa Berujung Rusuh, Bandingkan Dengan di Luar Negeri!

Baca: Aktifitas Anak Gunung Krakatau Meningkat dan Masuki Status Waspada, Begini Kondisi Terkini!

Baca: SIAPA Sebenarnya Fahri Hamzah, saat SD Pernah Jualan Permen di sekolah: Mahasiswa Sri Mulyani di UI

"Mulai dari isu-isu nasional kita lihat sangat mengganggu sehingga mahasiswa didesak untuk turun ke jalan. Kita membawa 4 poin tuntutan untuk RUU KUHP. Lalu 2 poin tuntutan RUU KPK dan 1 poin tuntutan isu daerah," tegas Yusuf.

Terkait poin-poin unjuk rasa, kata Yusuf, pihak mahasiswa untuk sementara menerima apa yang disampaikan oleh Muhammad Mahdan.

"Mereka bilang menunggu ketua terpilih dilantik dan akan disampaikan oleh ketua definitif. Tapi belum ada kepastian. Namun kita sudah didukung dengan berita acara. Kalau tidak dijalankan kami pastikan bakal turun kembali dengan massa yang lebih banyak.

Sebelumnya diberitakan, puluhan mahasiswa, Jumat (27/9/2019) pagi menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batanghari.

Massa yang berjumlah sekira 60 orang tersebut dari berbagai kampus itu mendatangi gedung DPRD Kabupaten Batanghari sekira pukul 09.30 WIB untuk menggelar unjuk rasa.

Mereka datang dengan membawa sejumlah tulisan kekecewaannya terhadap RUU KUHP.

Satu diantara mahasiswa, Oki Andika menyampaikan kedatangan mereka hari ini untuk menuntut kepada DPRD Kabupaten Batanghari terkait RUU KUHP yang menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

"Kami meminta Ketua DPR RI untuk meninjau dan mengkaji ulang terhadap RUU KUHP karena menimbulkan kontroversi," ujarnya.

Puluhan mahasiswa tersebut tergabung dari HMI, Himpunan Mahasiswa Islam, PMII, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, DEMA Institut Agama Islam Nusantara Batanghari, BEM STIE GK Batanghari, dan Sapma Batanghari.

Unjuk Rasa di DPRD Batanghari, Mahasiswa Buat Berita Acara dengan Anggota DPRD (Rian Aidilfi/Tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved