Breaking News:

Imam Nahrawi Ditahan KPK

Eks Menpora Imam Nahrawi Resmi Ditahan KPK, Kuasa Hukum Pertanyakan Urgensi Penahanan!

Eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Jumat (27/9/2019) hari ini

Editor:
ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (kanan) bersama Asisten Pribadi (Aspri) Menpora Miftahul Ulum (tengah) menjadi saksi dalam sidang suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam sidang tersebut mereka memberikan keterangan saksi untuk terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana, serta staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. 

TRIBUNJAMBI.COM - Eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi.  Jumat (27/9/2019) hari ini.

Atas penahanan itu, kuasa hukum  Imam Nahrawi, Soesilo Aribowo, mempertanyakan keputusan KPK menahan kliennya per Jumat (27/9/2019) hari ini.

Soesilo berpendapat, Imam tidak mungkin kabur dan mengulangi perbuatannya sehingga ia menilai tidak ada urgensi bagi KPK untuk menahannya.

Baca: Delegasi Asprov PSSI Jambi Cek Kelayakan Stadion Bhakti Karya, Kuala Tungkal, Tanjab Barat, 3 Jam

Baca: Segini Nominal APBDP 2019 yang Diajukan Pemkab Bungo ke DPRD

Baca: Tingkatkan Literasi Anak, Mobil Pintar Singgah di Kampung Nelayan, Tanjab Barat

"Pak Imam Nahrawi sebetulnya kan sudah mengundurkan diri dari Menteri Olahraga tentunya kekhawatiran melarikan diri dan dia sekarang sudah tidak, disuruh, dicegah ke luar negeri, mengulangi perbuatan dan sebagainya saya kira tidak akan terjadi," kata Soesilo di Gedung Merah Putih KPK, Jumat petang.

Namun demikian, Soesilo mengatakan bahwa pihaknya tetap menghormati keputusan KPK yang menahan Imam di Rutan Pomdam Jaya Guntut untuk 20 hari ke depan.

"Memang kita sayangkan penahanan tapi ini karena protap kita hormati juga dari KPK," ujar Soesilo.

Pagi tadi, Imam tiba di Gedung Merah Putih KPM sekitar pukul 10.06 WIB dan keluar sekira pukul 18.15 WIB dengan mengenakan rompi tahanan warna oranye dan tangan terborgol.

KPK menetapkan Imam Nahrawi beserta asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka dalam kasus penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia melalui Kemenpora tahun anggaran 2018.

Baca: Prabowo Subianto Soroti Demonstrasi Mahasiswa Berujung Rusuh, Bandingkan Dengan di Luar Negeri!

Baca: Gubernur Segera Tandatangani NPHD untuk KPU dan Bawaslu, Karo Humas: 30 September 2019 Ini

Baca: Aktifitas Anak Gunung Krakatau Meningkat dan Masuki Status Waspada, Begini Kondisi Terkini!

"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua tersangka, yaitu IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan MIU, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga," kata Wakil Ketua KPK Alexander Mareata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (18/9/2019).

Alex menuturkan, Imam diduga telah menerima suap sebanyak Rp 14.700.000.000 melalui Miftahul selama rentang waktu 2014-2018. Baca juga: Penuhi Panggilan KPK, Imam Nahrawi Mengaku Siap Menjalani Takdir Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018 Imam juga diduga meminta uang senilai Rp 11.800.000.000.

Baca: BREAKING NEWS, Heboh, Beruang Berkeliaran di Kebun Warga di Sengeti, Muarojambi

Baca: Berkas 2 Tersangka Kasus Karhutla yang Ditangani Polres Muarojambi Diserahkan ke Jaksa

Baca: Gara-gara Komentar Ini di Medsos Facebook, Pria di Tebo Jambi, Diamankan Polisi

"Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018," ujar Alex. Di samping itu, KPK juga mendalami dugaan suap terkait kewenangan-kewenangan lain dan posisi-posisi lain dari Imam.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kuasa Hukum Pertanyakan Urgensi Penahanan Imam Nahrawi", https://nasional.kompas.com/read/2019/09/27/19424831/kuasa-hukum-pertanyakan-urgensi-penahanan-imam-nahrawi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved