Bangun Pondasi di Atas Aspal, Konsultan Sebut Rehab Tugu Pedang Merangin Sudah Sesuai RAB
Sempat viral di media sosial terkait bangun pondasi di atas aspal, akhirnya pembangunan pondasi rehab Tugu Pedang Kota Bangko dibongkar.
Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Bangun Pondasi di Atas Aspal, Konsultan Sebut Rehab Tugu Pedang Merangin Sudah Sesuai RAB
TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO - Sempat viral di media sosial terkait bangun pondasi di atas aspal, akhirnya pembangunan pondasi rehab Tugu Pedang Kota Bangko dibongkar.
Alek kepala tukang yang mengerjakan proyek tersebut menyebut jika pihaknya hanya mengerjakan sesuai RAB.
"Kami cuman pekerja pak. Kami kerjakan sesuai dengan instruksi," kata Alek.
Alek menyebut jika yang dikerjakan oleh PT Unianti Multi Konstruksi dengan dana Rp 3,9 M lebih tersebut yang tidak digali hanya di atas aspal, sementara yang di tanah tetap digali.
Karena mendapatkan protes dari sejumlah warga, maka pengerjaan yang dilakukan di aspal tidak dilakukan penggalian lagi.
"Aspal kan keras. Jadi dak perlu digali, kalau digali, malah tidak bagus bang," ungkap Alek.
Baca: Dokter Forensik Ungkap Kematian Randy Mahasiswa Saat Unjuk Rasa Tolak UU KPK Akibat Tertembak!
Baca: Dokter Forensik Ungkap Kematian Randy Mahasiswa Saat Unjuk Rasa Tolak UU KPK Akibat Tertembak!
Baca: Terungkap 6 Fakta Kerusuhan di Pegunungan Bintang Kamis Malam, 150 Kios Dibakar Orang Mabuk
Baca: Inilah Daftar Terbaru (2019) 300 Universitas Terbaik di Indonesia, 6 PT Masuk Daftar Dunia
Pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut belum bisa dihubungi. Alek menyebut jika kontraktor tersebut tidak berada di Bangko. Tribunjambi.com menghubungi Yasrimal Aroya yang menjadi konsultan perencanaan dan pengawasan proyek tersebut.
Pria yang akrab disapa Acik itu menyebut jika pengerjaan proyek tersebut tidak ada masalah, sebab itu sudah sesuai dengan RAB. "Sebenarnya tidak ada yang salah terhadap kondisi di lapangan," kata Acik.
Selain tidak digali, dalam pembangunan itu juga tidak mesti menggunakan besi. Sebab itu hanya konstin. "Secara teknis begitu," katanya singkat.
Safar pengawas kerja lapangan proyek tersebut. Katanya dirinya juga menyanyangkan kenapa proyek tersebut bisa dilakukan seperti itu, namun demikian dirinya tidak bisa berbuat banyak.
"Coba abang tanya ke atasan, sayo cuman pengawas kerjo be," kata Safar yang menyebut jika atasannya adalah Masnur atau langsung ke Abeng.
Warga yang kebetulan berada di lokasi pembangunan tersebut sangat menyanyangkan, sebab secara logika, pembangunan apalagi dicor harus digali. Selain itu, warga juga mempertanyakan tentang izin pemakaian aset daerah tersebut.
"Itu kan badan jalan, dengan pengerjaan itu, tentu harus dirusak. Nah apakah sudah ada penghapusan aset dari dinas terkait," kata Jhon warga setempat.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pengerjaan rehab Tugu Pedang di Kabupaten Merangin menuai kritik. Pasalnya masyarakat menilai ada yang tidak beres dengan pembangunan tersebut.
Baca: Mengapa Menteri Tak Mau Komentar setelah Dipanggil Presiden Jokowi? Moeldoko gua enggak jawa
Baca: Menahan Tangis, Aktivis Ananda Badudu Kisahkan Kondisi Mahasiwa Lain, Diperiksa Cara Tak Etis
Baca: Viral, Demi Anak Perempuannya Makan Bergizi, Ibu Ini Rela Makan Es Batu Demi Menahan Lapar
Baca: Saat Empat Polisi Berpakaian Preman Menjemputnya, Aktivis Ananda Badudu Hanya Pasrah