KRONOLOGI Seorang Mahasiswa Tewas Saat Unjuk Rasa di Kendari, Ditemukan Luka di Dada Korban!
Seorang mahasiswa jadi korban tewas saat melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Utara
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang mahasiswa jadi korban tewas saat melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Utara.
Seorang mahasiwa yang jadi korban tewas saat unjuk rasa di Kendari bernama Randi (21).
Ia merupakan mahasiswa semester 7 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari.
Sejumlah rekan korban sempat membawa Randi ke Rumah Sakit Ismoyo, Kendari, untuk mendapatkan perawatan di RS Ismoyo Kendari.
Berikut, fakta lengkap mahasiswa tewas saat berunjuk rasa.
Baca: Gegara Hutang Rp 80 Juta, Pria Ini Dianiaya dan Dibunuh Debt Collector, Benarkah Ada yang Menyuruh?
Baca: Arkeologi Candi Muaro Jambi Dipamerkan di Lippo Plaza Jambi, Lihat Apa Saja Isinya
Baca: Pemkab Bungo Gelar Bimtek Anjab untuk 57 Pegawai di Independence
1. Dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis
Sersan Mayor Salam SR, salah satu tim medis RS Ismoyo menjelaskan, Randi dibawa ke Unit Gawat Darurat sekitar pukul 15.00 Wita sudah dalam keadaan kritis.
"Iya, memang ada luka di dadanya. Kami periksa kedalaman dua jari, tapi belum temukan benda apa di dalamnya," kata Danrem 143 Haluoleo Kendari Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto.
Sementara itu, tewasnya Randi membuat kakak korban histeris.
Kakak korban juga sempat pingsan dan tidak bisa lagi berdiri.
Beberapa orang kerabatnya menggandeng kakak dari almarhum Randi.
2. Massa mendesak masuk ke gedung DPRD
Kronologi bentrokan yang menewaskan Randi berawal saat Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, Wakil Ketua Nursalam Lada dan Herry Asiku, keluar dari gedung DPRD untuk menemui massa aksi.
Namun entah mengapa, muncul perbedaan pandangan dari beberapa koordinator lapangan mahasiswa.
Sebagian organisasi kemahasiswaan mendesak sejumlah koordinator aksi untuk tidak menerima Ketua DPRD di jalan, melainkan masuk ke dalam gedung.