Berita Batanghari

Gangguan Pernapasan dan Cerita Ibu Hamil yang Khawatir dengan Kandungannya Karena Kabut Asap

Gangguan Pernapasan dan Cerita Ibu Hamil yang Khawatir dengan Kandungannya Karena Kabut Asap

Gangguan Pernapasan dan Cerita Ibu Hamil yang Khawatir dengan Kandungannya Karena Kabut Asap
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Gangguan Pernapasan dan Cerita Ibu Hamil yang Khawatir dengan Kandungannya Karena Kabut Asap 

Gangguan Pernapasan dan Cerita Ibu Hamil yang Khawatir dengan Kandungannya Karena Kabut Asap

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dampak kabut asap sangat buruk bagi kesehatan. Tak hanya anak-anak dan lansia saja, bahkan ibu hamil juga terancam kesehatan janin yang dikandungnya.

Bahaya kabut asap pekat yang menyelimuti Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Batanghari dirasakan oleh satu diantara ibu hamil, Sarmi Fitri (35).

Warga Kecamatan Muara Bulian ini mengaku mengalami sesak nafas akibat kekurangan oksigen.

"Seminggu yang lalu saya sesak napas, sampai tiga kali," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/9/2019).

Baca: Kualitas Udara di Kabupaten Batanghari Tidak Sehat, Sekolah Diliburkan 1 Hari

Baca: Udara di Sarolangun Kategori Sedang Belum Berbahaya, Dinas Pendidikan Tak Liburkan Sekolah

Baca: 16 Warga Sipil Tewas dan 65 Orang Luka-luka Dalam Kerusuhan di Wamena, Benarkah Dipicu Hoax?

Bahkan pada usia kandungannya yang ke 33 minggu atau 8 bulan ini, dia sempat hampir dirawat di rumah sakit.

"Sempat dianjutkan dokter ahli kandungan untuk dirawat karena kondisi kesehatannya memburuk. Tapi Masih bisa ditangani di rumah, saya memilih dirumah saja. Akan tetapi kata dokter jika saya terserang sesak napas lagi maka harus dirawat di rumah sakit," kata PNS yang berdinas di salah satu instansi di Pemkab Batanghari ini.

Fitri mengaku kesulitan bernapas karena udara yang semakin memprihatinkan. Apa lagi kondisi kehamilan yang mulai cukup besar.

Baca: BREAKING NEWS Antisipasi Dampak Kabut Asap, Mulai Hari Ini Pemkot Jambi Liburkan ASN/PTT yang Hamil

Baca: Event Nasional TTG di Bengkulu, Tanjab Barat Tampilkan Teknologi Penyiram Tanaman dari Tenaga Surya

Baca: PENEMBAK Misterius Disebut Efektif Tekan Kejahatan, Pria Ini Ungkap Pengalaman jadi Petrus pada 1983

"Mau kemana-mana jadi susah, apa lagi kondisi saya yang sedang berbadan dua. Jadi dokter menyarankan untuk berada di dalam ruangan saja. Kalau pun mesti ke luar saya menggunakan masker. Dan mengkonsumsi air mineral lebih banyak," tambahnya.

Fitri pun sangat menyesali dengan kondisi udara yang tidak bersahabat itu, karena ia pun telah mengetahui bahwa kabut asap sangat mengancam kesehatan ia dan bayi yang ada di dalam kandungannya.

"Kata dokter ini berbahaya, dapat merangsang kontraksi lebih sehingga belum waktunya sudah melahirkan," keluhnya.

Fitri berharap agar pemerintah setempat dan pemerintah pusat agar bisa menangani kabut asap yang menyerang wilayah kabupaten Batanghari dan sekitarnya.

"Saya khawatir dengan kandungan saya, apa lagi sata juga mempunyai dua orang anak juga. Selain berharap dengan upaya yang akan pemerintah, saya juga berharap semoga cepat diturunkan hujan," jelasnya.

Gangguan Pernapasan dan Cerita Ibu Hamil yang Khawatir dengan Kandungannya Karena Kabut Asap (Rian Aidilfi/Tribunjambi.com)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved