BPBD Sebut Kabut Asap di Tanjab Timur Kiriman Tetangga

Kebakaran lahan masih terjadi di wilayah Tanjab Timur, saat ini ada tiga kecamatan yang dilanda kebakaran lahan, Senin (23/9).

BPBD Sebut Kabut Asap di Tanjab Timur Kiriman Tetangga
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kabut asap masih selimuti wilayah Tanjab Timur, Senin (23/9). 

BPBD Sebut Kabut Asap di Tanjab Timur Kiriman Tetangga

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kebakaran lahan masih terjadi di wilayah Tanjab Timur, saat ini ada tiga kecamatan yang dilanda kebakaran lahan, Senin (23/9).

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, saat ini kebakaran lahan masih terjadi di Kabupaten Tanjab Timur diantaranya terpantau titik api di Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu. Selanjutnya Sungai Palas, Kecamatan Berbak dan Desa Rantau Rasau, Kecamatan Nipah Panjang, Desa Sungai Jeruk dan termasuk juga wilayah Simpang Datuk.

"Hingga saat ini di wilayah-wilayah tersebut yang masih pendinginan," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Rahmat Hidayat.

Dikatakannya pula hingga saat ini titik hotspot di Kabupaten Tanjab Timur masih terpantau nihil, untuk Tanjung Jabung Timur update pagi ini Senin (23/9) pukul 08.59 WIB titik hotspot masih nihil. 

Baca: Ratusan Ha Hutan Harapan Areal Konsesi PT REKI Terbakar, Bagaimana Ketersediaan Sarpras dan SDM?

Baca: Lagi Adzan Magrib, Api Bakar Bedeng 13 Pintu di Tungkal Ilir Jambi

Baca: Mengapa Kabut Asap di Jambi Masih Pekat? Analisa KKI Warsi Sudah 47 Ribu ha Lahan dan Hutan Terbakar

Baca: KKI Warsi Rilis Luas Karhutla di Jambi, 60 Persen di Lahan Gambut

Lebih lanjut dikatakannya pula, untuk kebakaran yang terjadi di wilayah perkantoran Sabak Barat dan Dendang, sudah selesai semua dan tim sudah dipindahkan ke Mendahara untuk pemadaman di wilayah tersebut.

"Namun kondisi asap tebal saat ini merupakan asap kiriman dari kabupaten tetangga, Muarojambi. Bukan dari kebakaran hutan dari Tanjabtim," jelasnya. 

Pantauan Tribunjambi.com, sejak pagi hingga pukul 11.00 kabut asap masih menyelimuti kawasan perkantoran Pemda Tanjabtim. Selain menimbulkan sesak napas jarak pandang di waktu pagi semakin terbatas.

"Gelap nian kalo pagi bang, pokonyo kalo naik motor dak nyalokan lampu dak berani lewat jalan besak. Resikonyo kalo dak nabrak kito ketabrak," ujar Masnun seorang warga. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved