Berita Jambi

Pengunaan Alat Kontrasepsi MKJP Masyarakat di Provinsi Jambi, Masih Rendah

Pengunaan Alat Kontrasepsi MKJP Masyarakat di Provinsi Jambi, Masih Rendah

Pengunaan Alat Kontrasepsi MKJP Masyarakat di Provinsi Jambi, Masih Rendah
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi, BKKBN Provinsi Jambi Yuslidar SP. Pengunaan Alat Kontrasepsi MKJP Masyarakat di Provinsi Jambi, Masih Rendah 

Pengunaan Alat Kontrasepsi MKJP Masyarakat di Provinsi Jambi, Masih Rendah 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengetahun untuk berkeluarga berencana (KB) masyarakat Provinsi Jambi, sudah terbilang sangat tinggi.

Berdasarkan hasil servei demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 pengetahuan ber KB masyarakat Jambi diangka 97 persen. Hanya saja, masih rendah di alat kontresepsi Metode kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

"Itu yang masih rendah. Tetapi di non MKJP kita sudah bagus," ungkap Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi, BKKBN Provinsi Jambi Yuslidar SP, saat diwawancarai Tribunjambi.com.

Baca: Buka Pelayanan KB Gratis, BKKBN Jambi Peringati Hari Kontrasepsi Se Dunia

Baca: Besok, Ribuan Tani dan Mahasiswa Bakal Unjuk Rasa ke Kantor Gubernur Jambi, Ini Agendanya

Baca: Kemarau, Krisis Air di Singkut, Sarolangun, Warga Beli Air dengan Harga Mahal

Menurut Yuslidar, tingginya pengetahuan masyarakat tentang keluarga berencana ini ditandai dengan Total Fertility Rate (TFR) Provinsi Jambi, yang berada diangka 2,3.

"Artinya setiap wanita melahirkan anak di masa reproduksinya sekitar 2-3 anak," kata Yuslidar.

Baiknya pengetahuan masyarakat akan penggunaan alat kontrasepsi ini, berdampak terhadap angka laju pertumbuhan penduduk (LPP) yang bisa ditekan.

Baca: MISI Berbahaya Kopassus Pakai Baju Tagalog Kawal Presiden Filipina: Ancaman Kudeta Separatis

Baca: Beberapa Penerbangan di Bandara Sulthan Thaha Jambi Hari Ini Ditunda, Juga Ada yang Dibatalkan

Baca: UPDATE Kabut Asap: Kebakaran Lahan Terus Berlangsung di Muarojambi, Kebun Sawit dan Karet Terbakar

"Kita tahu kalau dari hasil SP 2010, LPP kita memang 2,56. Tapi dianalisa ternyata bukan karena kelahiran saja, tapi karena adanya migrasi dari daerah lain. Kita lihat sekarangkan di kota banyak pedagang pecel lele, ternyata itu dari Migrasi daerah lain," sebutnya.

Kendati demikian, menurut Yuslidar betdasarkan survei LPP Provinsi Jambi saat ini sudah turun menjadi 1,5.

Kemudian ditanya mengenai minat penggunaan Kontrasepsi bagi pria di Provinsi Jambi, dikatakan Yuslidar memang saat ini masih terbilang rendah.

"Kita di Jambi ini kalau kontrasepsi pria masih rendah, khususnya kontrasepsi MOP dan Kondom. Tapi kita selalu lakukan KIE kepada masyarakat, kalau ibunya tidak bisa berKB bapaknya yang berKB, karena terkadang ada ibunya yang tidak bisa kena obat maka bapaknya kita harapkan," pungkasnya.

Pengunaan Alat Kontrasepsi MKJP Masyarakat di Provinsi Jambi, Masih Rendah (Zulkifli/Tribunjambi.com)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved