Berita Sarolangun

Kemarau, Krisis Air di Singkut, Sarolangun, Warga Beli Air dengan Harga Mahal

Kemarau, Krisis Air di Singkut, Sarolangun, Warga Beli Air dengan Harga Mahal

Kemarau, Krisis Air di Singkut, Sarolangun, Warga Beli Air dengan Harga Mahal
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Kemarau, Krisis Air di Singkut, Sarolangun, Warga Beli Air dengan Harga Mahal 

Kemarau, Krisis Air di Singkut, Sarolangun, Warga Beli Air dengan Harga Mahal

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kekeringan sudah melanda Kabupaten Sarolangun, beberapa bulan terakhir ini. Masyarakat sudah mulai kesusahan mencari sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahkan untuk mendapatkan air, warga harus membeli dengan harga yang mahal. Di samping itu sebagian warga juga masih menggunakan air sungai yang sudah keruh karena minimnya finansial.

Baca: Terdampak Kekeringan, PDAM Tirta Mayang Beri Air Bersih Gratis ke Pelanggan

Baca: Khatib Salat Istisqa di Tebo Sebut Kabut Asap dan Kemarau Sebagai Teguran dari Tuhan

Baca: Ingin Lahannya Ditanami Sawit, Seorang Pria Tertangkap Tangan Bakar Lahan di Mandiangin, Sarolangun

Seperti yang dialami warga di Kelurahan Sungai Benteng, Kecamatan Singkut. Sebagian warga di sana saat ini hanya mengandalkan air dari sungai yang keruh dan mulai menguning. Itupun hanya bisa digunakan untuk mandi.

Sedangkan untuk minum warga harus membeli dengan harga yang mahal dan sebagian warga terpkasa mengungsi di rumah tetangga yang masih mempunyai sumber air.

Yulita, warga sekitar mengaku jika ingin mengambil air di sungai harus menempuh jarak yang lumayan jauh. Namun hasil tidak sebanding dengan jarak yang ditempuh karena air sudah keruh dan kotor.

Warga Sungai Benteng, Singkut, Sarolangun, antre mendapatkan air bersih
Warga Sungai Benteng, Singkut, Sarolangun, antre mendapatkan air bersih (Tribunjambi/Wahyu Herliyanto)

Hingga saat ini ia dan warga lain hanya mendandalkan air dari bantuan pihak swasta.

"Ya, Alhamdulilah ada bantuan sedikit jadi kami sangat berharap sekali kalau dua minggu sekali kami diberi bantuan air," harapnya, Minggu (22/9/2019).

Ia khawatir terjangkit penyakit jika terus menggunakan air sungai yang keruh.

Baca: GALERI FOTO: Kebakaran Lahan Terus Berlangsung, Petugas Berjibaku Padamkan di Kebun Sawit dan Karet

Baca: Pria ini Nekat Antar Sabu ke Rutan Sungai Penuh, Polisi Amankan Uang Jutaan Rupiah

Baca: Batuk Hingga Diare Menyerang Tim Pemadaman Karhutla

"Kami takut kalau pakai air sungai terus," bilangnya.

Dirinnya berharap agar pemerintah mulai memerhatikan warganya seiring kemarau yang sudah melanda daerah itu.

Kemarau, Krisis Air di Singkut, Sarolangun, Warga Beli Air dengan Harga Mahal (Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved