Pria di Mamuju Dibekuk Polisi Gara-gara Status Facebok 'Marthabak Telor ', Ada Apa Sebenarnya?

Seorang Pria asal Mamuju akhirnya dibekuk polisi gara-gara status facebook-nya berjudul "Marthabak Telor".

Pria di Mamuju Dibekuk Polisi Gara-gara Status Facebok 'Marthabak Telor ', Ada Apa Sebenarnya?
Tribun medan
DIBORGOL ANAK 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang Pria asal Mamuju akhirnya dibekuk polisi gara-gara status facebook-nya berjudul "Marthabak Telor".

Pengakuan pria berinisial H (32) di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, ini terungkap setelah ia diamankan oleh polisi.

Baca: LAGA PSIS Vs Persebaya Pekan ke-19 Liga 1 2019, Pembuktian Diogo Campos Bagi Bajul Ijo

Baca: Ketua KPK Serukan Upaya Berantas Korupsi Tak Boleh Berhenti, Beri Pesan Ini ke Masyarakat

Baca: Berniat Puaskan Istri di Ranjang, Belasan Pria di Sumedang Tumbang Setelah Konsumsi Minuman Ini!

Dilansir dari Kompas.com dalam artikle 'Pria Ini Ditangkap Polisi gara-gara Tulis Status "Marthabak Telor" di Facebook', pemilik akun facebook Ancha Evus itu ditangkap Polres Mamuju, Senin (17/7/2017) lantaran statusnya itu dinilai membuat warga resah.

Berita Status Facebook Bisa Dipakai ilustrasi
Berita Status Facebook Bisa Dipakai ilustrasi (PixaBay)

Ia kini terpaksa berurusan polisi lantaran perbuatannya dinilai melanggar Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kronologinya bermula ketika H, sebagai pemilik akun Facebook Ancha Evus, Sabtu 16 Juli 2017 malam lalu, menulis status bahwa Kota Mamuju saat ini berstatus siaga 1 lantaran ada kasus mutilasi terhadap Martha.

Status yang ditulis H itu agak panjang hingga banyak pengguna akun Facebook lainnya yang tidak membacanya hingga tuntas.

Baca: Sindir Jokowi Soal Kabut Asap dan Ibukota Baru, Fadli Zon di ILC Soroti 3 Ironi Terjadi

Baca: Tayang di Bioskop - Sinopsis One Piece: Stampede, Mampukah Monkey D Luffy Melawan Douglas Bullet

Baca: KISAH Kopassus Terpaksa Minum Air Aneh Suguhan Warga di Negara Konflik, Kaget saat Tahu Sumbernya

Akibatnya, status tersebut membuat resah warga Mamuju. Apalagi di status itu juga diunggah foto rumah diberi garis polisi dan dikerumuni warga serta gambar perempuan dalam keadaan terikat.

Padahal di akhir tulisannya, H baru mengungkapkan bahwa "Martha" yang dimaksud adalah akronim dari "Marthabak Telor".

Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rifai yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya menangkap pemilik akun Facebook, Ancha Evus.

Menurt Rifai, status tersebut dibuat H memang hanya untuk iseng. Namun perbuatan H dinilai telah meresahkan masyarakat, sehingga pihaknya bertindak sesuai hukum.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved