Berita Tanjab Barat

Merugi, Ini yang Dilakukan Agen Pelayaran Speedboat di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Saat Kabut Asap

Merugi, Ini yang Dilakukan Agen Pelayaran Speedboat di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Saat Kabut Asap

Merugi, Ini yang Dilakukan Agen Pelayaran Speedboat di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Saat Kabut Asap
Tribunjambi/Darwin Sijabat
Merugi, Ini yang Dilakukan Agen Pelayaran Speedboat di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Saat Kabut Asap 

Merugi, Ini yang Dilakukan Agen Pelayaran Speedboat di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Saat Kabut Asap

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Dampak kabut asap yang menyelimuti perairan laut Kuala Tungkal, sejak seminggu terakhir, membuat para agen penyeberangan di Pelabuhan Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) merugi.

Kerugian tersebut disebabkan biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan biaya operasional kapal speadboat yang dimiliki para agen loket.

Biaya operasional yang dimaksud tersebut tidak sebandingnya dengan penumpang yang di dapat.

Baca: Kabut Asap Ganggu Aktivitas Laut di Kuala Tungkal, Jarak Pandang Pengguna Jalur Pelayaran Terbatas

Baca: Tempat Karouke Menjadi Wadah Pesta Narkoba, 2 Pemandu dan Pengunjung Diamankan Polisi

Baca: Tidak Hanya Tamu, Pegawai Karaoke di Jambi, Diketahui Juga Positif Menggunakan Narkoba

Seperti yang diungkapkan agen loket PT Karya Budi, Abdul Kadir Fauzi. Ia mengatakan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat jarak pandang di laut tempat jalur lintas pemberangkatan menjadi terbatas.

"Kabut asap menghambat dan membuat jarak pandang nahkoda kapal terganggu. Maka dari itu ia mempersiapkan alat seperti pelampung, senter untuk keselamatan penumpang karena kabut asap yang menganggu pelayaran," terangnya.

Baca: Jelang Pilkada Tanjab Barat, 3 Bacalon Ini Ambil Formulir Kepala Daerah di PDI Perjuangan

Baca: Diduga Ada yang Membekingi, Ilegal Driling di Desa Lubuk Napal, Marak, Ini Langkah Pemkab Sarolangun

Baca: Fakta Baru Veronica Koman, Klaim Korban Kriminalisasi Polisi, Kejanggalan 6 Rekening Atas Namanya

Kadir pun berupaya mengantisipasi dampak buruk akibat bencana kabut asap terhadap pelayaran, salah satunya adalah dengan mengurangi penumpang.

"Jumlah penumpang dikurangi setengahnya agar lebih aman karena kabut asap sangat mengganggu. Biasa ini satu kapal membawa 30 penumpang, kali ini dikurangi setengahnya untuk mengantisipasi dampak buruk," ungkapnya.

Selain itu jarak tempuh biasanya dari Tungkal ke Tembilahan (Riau) 2 jam. Akibat kabut asap jarak tempuh menjadi 2,5 jam.

Baca: Kunjungi Perjusami di Lokasi Madani Suku Anak Dalam, Dandim 0420/Sarko Disambut Yel-yel Pramuka

Baca: VIDEO Siaran Langsung Live Streaming TV Online TVRI, Watford vs Arsenal Liga Inggris Pekan ke-5

Baca: Warga Pekabaru Ini Tertangkap Bawa Sabu, Rencananya akan Diedarkan di Muaro Bungo

Sehingga biaya operasional yang dikeluarkan lebih mahal, sebab jarak pandang diperairan laut samar-samar tertutup kabut asap.

Sementara itu ucapan serupa juga dikatakan Rudi, pemilik agen pelayaran lainnya yang mengaku kabut asap yang menyelimuti perairan laut membuat jarak pandang tak menentu. Sehingga nahkoda kapal speadboat mengurangi kecepatan kapal ketika berada dilaut.

hal ini tentu berdampak pada biaya pengeluaran operasional minyak tidak sebanding. Karena jarak tempuh perjalanan semua keberangkatan terlambat sampai ke tujuan.

"Rata- rata 30 menit molor sampai ke tujuan akibat kabut asap. Biaya banyak nambah, misalnya biaya minyak," tuturnya.

Dia berharap kepada pemerintah agar dapat mengatasi permasalahan asap tersebut, karena berdampak pada perekonomian masyarakat.

Merugi, Ini yang Dilakukan Agen Pelayaran Speedboat di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Saat Kabut Asap (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved