Berita Sarolangun

Diduga Ada yang Membekingi, Ilegal Driling di Desa Lubuk Napal, Marak, Ini Langkah Pemkab Sarolangun

Diduga Ada yang Membekingi, Ilegal Driling di Desa Lubuk Napal, Marak, Ini Langkah Pemkab Sarolangun

Diduga Ada yang Membekingi, Ilegal Driling di Desa Lubuk Napal, Marak, Ini Langkah Pemkab Sarolangun
TRIBUNJAMBI/HERUPITRA
SKK Migas bersama Pemkab Sarolangun dan Forkopimda Sarolangun, akhirnya menutup puluhan sumur minyak illegal di desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh. Penutupan secara simbolis itu, disaksikan oleh ratusan penambang yang ada di lokasi. Pantauan di lapangan, penutupan sumur minyak illegal dilakukan pada, Kamis (8/12) lalu. 

Diduga Ada yang Membekingi, Ilegal Driling di Desa Lubuk Napal, Marak, Ini Langkah Pemkab Sarolangun

TRIBUNJAMBU.COM, SAROLANGUN - Bupati Sarolangun Cek Endra yang di wakili Asisten 1, Arif Ampera, memimpin rapat kordinasi pembahasan kegiatan Ilegal Drilling.

Bertempat di ruang pola kantor bupati Jumat (13/9/2019) tersebut membahas masalah ilegal drilling yang marak di Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh.

Dalam pesan Bupati yang disampaikan Arif Ampera menyatakan, kegiatan ilegal tersebut akan segera ditertibkan hingga tuntas.

Baca: Bekas Sumur Ilegal Drilling di Bahar Selatan, Muarojambi, Terbakar

Baca: Kriminalitas Menurun, Ilegal Drilling Peringkat 1, Perkara yang Ditangani Polres Batanghari di 2019

Baca: Fachrori Umar Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama 2019, Sukses Tata Transportasi Publik

Menurut Arif Ampera, ilegal drilling sangat berbahaya dan tidak hanya merugikan masyarakat lain dan alam, tetapi juga musim kemarau yang saat ini terjadi dan menimbulkan efek negatif lainnya.

"Kondisi lagi kemarau dengan adanya minyak, lahan akan mudah terbakar," tuturnya.

"Disisi lain kita berharap penertiban kali ini, kita lakukan dengan kajian yang matang. karena ini, kali kedua dalam kasus Ilegal Drilling di Desa Lubuk Napal", Kata Arif Ampera.

Baca: VIDEO Siaran Langsung Live Streaming TV Online TVRI, Watford vs Arsenal Liga Inggris Pekan ke-5

Baca: Warga Pekabaru Ini Tertangkap Bawa Sabu, Rencananya akan Diedarkan di Muaro Bungo

Baca: Kabut Asap di Sarolangun Makin Pekat, Pemkab Liburkan Siswa 3 Hari Terhitung 14 September

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Napal, Deswita mengakui bahwa kegiatan illegal drilling di desanya saat ini sudah tidak terbendung lagi. Bahkan dari kegiatan ini bertambah banyak dari sebelumnya.

Deswita menjelaskan, awalnya pihaknya memang sudah memberi peringatan agar menghentikan aktifitas tersebut. Namun hal ini tidak diindahkan oleh pelaku dan makin bertambah.

"Namun kini jumlahnya (tempat illegal drilling) semakin bertambah," ungkap Kades Lubuk Napal.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved