Dua Pekan Operasi Patuh, Ratusan Pengendara di Tanjab Barat Kena Tilang

Dua pekan operasi patuh di Tanjab Barat setidaknya 250 pengendara diberi sanksi surat tilang oleh Polres Tanjab Barat.

Dua Pekan Operasi Patuh, Ratusan Pengendara di Tanjab Barat Kena Tilang
Tribunjambi/Darwin
Dua pekan operasi patuh di Tanjab Barat sekitar 250 pengendara diberi sanksi surat tilang oleh Polres Tanjab Barat. 

Dua Pekan Operasi Patuh, Ratusan Pengendara di Tanjab Barat Kena Tilang

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Dua pekan operasi patuh di Tanjab Barat setidaknya 250 pengendara diberi sanksi surat tilang oleh Polres Tanjab Barat. Pelanggaran didominasi pengendara roda dua.

Kesadaran masyarakat Tanjab Barat akan pentingnya membawa kelengkapan kendaraan dan menggunakan helm masih rendah.

Hal ini terbukti dari hari pertama hingga hari terakhir operasi patuh tahun 2019, Satlantas Polres Tanjab Barat berhasil menjaring ratusan kendaraan roda dua.

Pantauan di lapangan, tepat di simpang empat jalan Kalimantan, Kota Kuala Tungkal pada hari terakhir operasi patuh dilakukan dan setiap kendaraan baik roda dua maupun roda empat dihentikan untuk diperiksa kelengkapan surat kendaraannya.

Baca: 3 Hari Api Masih Menyala, BPBD Sarolangun Kesulitan Air untuk Padamkan Api di Lahan Gambut

Baca: TNBD Terbakar, Kepala Balai Upayakan Pemulihan Ekosistem Demi SAD

Baca: Al Haris Berencana Ambil Formulir Cagub di PDIP

Baca: Hibur Keluarga Jemaah Haji, Pemda Merangin Hadirkan Musik Gambus

Baca: Pilkada Tanjab Barat 2020, DPC PDIP Lakukan Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah

Kasatlantas Polres Tanjab Barat, Iptu Eko Sutoyo mengatakan operasi ini guna pencerdasan kepada masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara dengan melengkapi peralatan kendaraan. 

Dalam operasi patuh ini dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat berkendara seperti SIM, STNK dan helm. Selain itu anak di bawah umur juga menjadi sasaran razia.

Sejak hari pertama hingga hari terakhir digelarnya operasi patuh ini, setidaknya sudah lebih dari 250 kendaraan roda dua yang terjaring, rata-rata tidak memakai helm, dan tidak mempunyai SIM.

"Pelanggaran didominasi pengendara roda dua yang tidak mengenakan helm, kelengkapan spion, sebagian roda empat, tidak mengenakan sabuk pengaman," terangnya kepada Tribunjambi.com, Rabu (11/9/2019).

Iptu Eko berharap dengan adanya operasi patuh 2019 tersebut, kedepannya mampu menunbuhkan kesadaraan bagi pengendara sehingga keselamatan dan keamanan berkendara dapat terjaga. 

Maka dengan itu perlu untuk melengkapi dan membawa mulai dari STNK, SIM, helm, menggunakan sabuk pengaman dan kelengkapan lainnya.

"Dengan melengkapi alat berkendara tentu untuk keselamatan bersama, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain," katanya.

Sebab dia menemukan saat dalam razia terdapat anak di bawah umur menggunakan sepeda motor, padahal belum waktunya. 

Baca: BREAKING NEWS: BJ Habibie Meninggal Dunia di RSPAD, Seluruh Keluarga Terdekat Dipanggil

Baca: BPBD Ubah Pola Penanganan Karhutla, Masnah Minta Kades Ikut Padamkan Api

Baca: Perda Kelola Gambut di Jambi Tak Jalan, Karhutla Kembali Berulang

Baca: Jefri Amas Ambil Formulir Pendaftaran ke PDIP, Ikut Maju di Pilgub Jambi?

Oleh karena itu Kasat Lantas itu berharap kepada orang tua agar peduli dengan keselamatan anaknya dengan tidak memberikan ijin kepada anaknya untuk mengendarai kendaraan. 

"Orang tua harusnya peduli, tidak sembarangan memberikan kendaraan. Kadang-kadang kendaraan jadi mesin pembunuh bagi masyarakat, itu tanpa disadari," pungkasnya. (Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved