TNBD Terbakar, Kepala Balai Upayakan Pemulihan Ekosistem Demi SAD

Hutan TNBD akan kembali ditanami dengan berbagai macam jenis tumbuhan asli setempat untuk pemulihan ekosistem pada musim hujan tiba.

TNBD Terbakar, Kepala Balai Upayakan Pemulihan Ekosistem Demi SAD
IST
Hutan TNBD akan kembali ditanami dengan berbagai macam jenis tumbuhan asli setempat untuk pemulihan ekosistem pada musim hujan tiba. 

TNBD Terbakar, Kepala Balai Upayakan Pemulihan Ekosistem Demi SAD

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Kondisi pasca terbakarnya hutan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) pada 27 Agustus 2019 kemarin, saat ini di areal bekas kebakaran seluas lebih kurang 15 ha sudah mulai dilakukan persiapan untuk kegiatan pemulihan ekosistem.

Sebelum kegiatan pemulihan ekosistem dimulai area bekas terbakar disegel. Saat ini, di lokasi sedang berlangsung kegiatan pengukuran dan pendataan kepastian luas serta pemetaan secara detil kondisi lapangan sebagai bahan dalam penentuan dan penyiapan jumlah dan jenis bibit yang dibutuhkan untuk penanaman.

Hutan akan kembali ditanami dengan berbagai macam jenis tumbuhan asli setempat untuk pemulihan ekosistem pada musim hujan tiba.

Baca: BPBD Ubah Pola Penanganan Karhutla, Masnah Minta Kades Ikut Padamkan Api

Baca: Al Haris Berencana Ambil Formulir Cagub di PDIP

Baca: Pilkada Tanjab Barat 2020, DPC PDIP Lakukan Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah

Baca: Hibur Keluarga Jemaah Haji, Pemda Merangin Hadirkan Musik Gambus

Pemulihan dengan penanaman akan diprioritaskan untuk jenis-jenis tumbuhan lokal yang biasa dimanfaatkan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD). Hal ini dimaksudkan agar kawasan hutan TNBD tetap memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat SAD.

"Jenis-jenis tumbuhan asli setempat yang sering dimanfaatkan masyarakat SAD seperti balam, damar yang diambil getahnya serta sialang dan jenis-jenis buah lokal seperti tampui, lempahung, durian daun dan lain lain," kata Haidir, Kepala Balai TNBD Sarolangun, Rabu (11/9).

Seiring dengan masih berlangsungnya musim kemarau dan cuaca yang sangat panas terik ini, maka pihaknya terus melakukan upaya pencegahan kebakaran melalui pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) agar menjaga hutan dengan tidak dibakar.

"Kita ajak bersama- sama menjaga dan mengelola TNBD, agar TNBD lestari dan saudara kita SAD juga sejahtera," katanya. (Cwa)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved