Berita Tanjab Timur

Api Mulai Dekati Pemukiman Warga Desa Baku Tuo, 255 H Lahan Terbakar di Kecamatan Sadu, Tanjab Timur

Api Mulai Dekati Pemukiman Warga Desa Baku Tuo, 255 H Lahan Terbakar di Kecamatan Sadu, Tanjab Timur

Api Mulai Dekati Pemukiman Warga Desa Baku Tuo, 255 H Lahan Terbakar di Kecamatan Sadu, Tanjab Timur
IST
Api Mulai Dekati Pemukiman Warga Desa Baku Tuo, 255 H Lahan Terbakar di Kecamatan Sadu, Tanjab Timur 

Api Mulai Dekati Pemukiman Warga Desa Baku Tuo, 255 H Lahan Terbakar di Kecamatan Sadu, Tanjab Timur

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK -  Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga saat ini masih terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Selain Dendang di Kecamatan Sadu saat ini terdapat tiga titik lokasi kebakaran. 

Di Kecamatan Sadukarhutla di kawasan tersebut sudah terjadi sekitar sepekan lalu. Hingga saat ini belum berhasil dipadamkan. Bahkan ada tiga titik api yang terpantau yakni di Desa Baku Tuo, Desa Sungai Sayang, dan Desa Air Hitam Laut.

"Karhutla yang terjadi di Desa Baku Tuo merupakan yang terparah dan bahkan telah mendekati pemukiman warga," sebut Camat Sadu, Frans Afrianto .

Baca: BREAKING NEWS, Kabut Asap, Udara di Kota Jambi Kategori Berbahaya, Edaran Walikota, Siswa Diliburkan

Baca: Terbawa Angin, Debu Batubara Berterbangan Ke Rumah Warga di Desa Muarojambi

Baca: Kondisi Udara Berbahaya, Siswa TK PAUD & SD di Kota Jambi, Diliburkan, Ini 4 Poin Maklumat Walikota

Menurutnya, kebakaran di Kecamatan Sadu telah dimulai sejak satu bulan yang lalu. Hanya saja titik api sempat padam karena diguyur hujan, kemudian secara silih berganti titik api terus bermunculan.

"Dari tiga lokasi, saat ini Karhutla di Desa Baku Tuo memang yang paling parah, dibanding dua lokasi lainnya yakni di Desa Sungai Sayang dan Desa Air Hitam Laut,” jelas Camat.

Titik api di lokasi Karhutla kata Camat, seakan tidak ada habisnya. Ketika tim pemadam sedang melakukan proses pendinginan di salah satu titik api, muncul lagi titik api yang baru di satu hamparan yang sama dan begitulah seterusnya. 

Baca: Dikepung Kabut Asap, Disdik Muarojambi Belum Tetapkan Libur Sekolah Ini alasannya

Baca: Bertemu Pemuda se Indonesia, 3 Mahasiswa Unja Berlayar dengan Kapal Pemuda Nusantara

Baca: Beasiswa Bulu Tangkis dari PB Djarum Dihentikan, Ini Tanggapan Koni Jambi

Meski sempat dibantu water bombing, namun usaha tersebut seakan tidak cukup membantu. Hal ini dikarenakan cukup tebalnya lapisan gambut. Belum lagi ditambah dengan angin yang cukup kencang di lokasi Karhutla.

“Tapi kami bersama tim pemadam gabungan dan masyarakat setempat, akan terus berusaha semaksimal mungkin. Terlebih titik api sudah mendekati beberapa rumah warga,” ungkapnya. 

Baca: Hakim Heran, 2 Tahun Konsumsi dan Simpan Sabu di Kamar Mandi, Tak Ada yang Tahu

Baca: Ditanyai Hakim Kapan Menikah, Ini Jawaban Sepasang Kekasih yang Tersandung Kasus Narkotika di Jambi

Baca: Hari Ini Soft Launching Tipe Terbaru Cluster Citra Bukit Raya, Tawarkan Harga Mulai Rp 199 Jutaan

Kendala yang dihadapi tim di lapangan sama seperti di lokasi Karhutla lainnya sumber air merupakan kendala utama.

Halaman
12
Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved