Udara Kota Jambi Berbahaya, Disdik Tunggu Arahan Walikota untuk Liburkan Siswa

Berdasarkan Air Quality Monitoring System diperoleh adanya kecenderungan peningkatan parameter partikulat di udara dengan kategori berbahaya.

Udara Kota Jambi Berbahaya, Disdik Tunggu Arahan Walikota untuk Liburkan Siswa
Tribunjambi/Rohmayana
Ardi Kepala DLH Kota Jambi. 

Udara Kota Jambi Berbahaya, Disdik Tunggu Arahan Walikota untuk Liburkan Siswa

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Kualitas udara tiga hari terkahir masuk kategori berbahaya. Berdasarkan Air Quality Monitoring System (AQMS) diperoleh adanya kecenderungan peningkatan parameter partikulat di udara dengan kategori berbahaya bagi kesehatan.

Namun peningkatan partikel tersebut rerata terjadi pada malam hari. Misalnya pada Kamis malam (7/9) PM 2,5 nilai 349 di atas baku mutu, kategori berbahaya sekitar pukul 23.30 WIB. Begitu pula pada Jumat malam (8/9) kualitas udara masuk dalam kategori sangat tidak sehat yakni PM 2,5 nilai 161, mulai pukul 22.00 hingga 23.00 WIB.

Disampaikan Ardi Kepala DLH Kota Jambi bahwa peningkatan partikel debu mulai terjadi pada sore hingga malam hari. Sementara pada siang hari kondisi udara sehat dan sedang.

Menanggapi hal ini, Ardi mengimbau agar masyarakat Kota Jambi tidak keluar pada malam hari. Namun jika harus tetap keluar, disarankan memakai masker. Kemudian perbanyak minum air putih, serta makan buah dan sayur.

Baca: Sejak 2014, Kokapi Aktif Mengedukasi Anak-anak di Pulau Pandan

Baca: Fasha Dilantik Jadi Ketua DPP IARMI Provinsi Jambi, Ini Kelebihan IARMI

Baca: Bentuk Karakter Lewat Organisasi Kampus

Baca: Pendidikan Anak Butuh Komitmen Keluarga

Baca: Homeschooling, Mendidik Anak Bukan Hanya Akademis

“Inilah cara untuk mengurangi beban kesehatan, supaya badan tetap sehat dengan kondisi udara yang terjadi saat ini,” sebutnya.

Menurutnya pihaknya belum mewacanakan untuk meliburkan siswa dari sekolah akibat kabut asap. Hal ini dikarenakan kualitas udara yang berbahaya terjadi pada malam hari bukan pada siang hari.

“Namun tidak menutup kemungkinan jika kualitas udara semakin memburuk maka akan kita akan segera mengambil tindakan,” ujarnya.

Sementara untuk saat ini pihaknya masih terus memantau kualitas udara, dan mengimbau warga untuk tidak keluar rumah pada malam hari.

Dikatakan Arman Kepala Disdik Kota Jambi terkait dengan meliburkan siswa dari sekolah. Pihaknya tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak. Karena harus ada koordinasi dengan Walikota Jambi dan beberapa pihak terkait. Seperti DLH Kota Jambi, Dinkes Kota Jambi, BPBD, Damkar dan lainnya.

Ilustrasi. Kabut asap di Desa Arang Arang, Kabupaten Muarojambi
Ilustrasi. Kabut asap di Desa Arang Arang, Kabupaten Muarojambi (grafis wawan/foto: tribunjambi/jaka hendra baitri)

“Karena kalau siswa diliburkan akan berdampak pada jam mengajar dan jam belajar siswa untuk kelulusan dan kenaikan kelas,” katanya.

Menurutnya jika memang harus diliburkan maka, siswa yang lebih utama diliburkan adalah siswa TK dan PAUD. “Tapi kita masih menunggu arahan dan koordinasi,” pungkasnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved