Breaking News:

Pendidikan Anak Butuh Komitmen Keluarga

Koordinator Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) Jambi, Eka Nuryana menyampaikan homeschooling memang pilihan namun bukan berarti lebih bagus.

Tribunjambi/Aldino
Eka Nuryana memilih homeschooling untuk pendidikan anak pertamanya Adzkia Fairuzi Rachman. 

Pendidikan Anak Butuh Komitmen Keluarga

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Homeschooling menjadi pilihan bagi orang tua yang menginginkan pendidikan berbeda dari sekolah formal. Koordinator Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) Jambi, Eka Nuryana menyampaikan homeschooling memang pilihan namun bukan berarti lebih bagus.

"Hal ini tergantung kepada pendidikan keluarga. Kalau orang tua berkomitmen untuk mendampingi, mendukung minat, itu akan lebih baik," ungkapnya.

Mengenai pendapat sebagian orang mengenai sosialisasi anak akan bermasalah ketika ikut homeschooling, Eka Nuryana menyampaikan tujuan sosialisasi bukan hanya kepada teman sebaya.

"Anak-anak homeschooling itu belajar di mana saja. Misal kita ajarkan berbelanja tentu dia akan bersosialisasi dengan kasir, kalau dengan seumuran itu sesama komunitas homeschooling ada kegiatan pramuka juga yang diisi dengan anak-anak yang seumuran," jelasnya.

Baca: Homeschooling, Mendidik Anak Bukan Hanya Akademis

Baca: 448 Jamaah Haji Kloter Pertama Tiba di Jambi dengan Selamat

Baca: Diduga Gara-gara Bakar Sampah, 2 Ha Kebun Karet di Bungo Habis Terbakar

Baca: BREAKING NEWS, 6 Tahun Cabuli Anak Kandung, Pria di Bungo Ini Tewas di Tangan Polisi,

Baca: VIDEO: Detik-detik Pria di Batam Melarikan Diri dari Atas Gedung Bak Spiderman

Untuk pengembangan minat bakat dari anak, ia mengatakan sebagai orang tua harus peka melihat perkembangan anak sejak kecil.

Untuk anaknya sendiri, Adzkia Fairuzi Rachman (5) dari kecil terlihat aktif bergerak. Jadi ia pikir bakat olahraga ada pada Adzkia.

"Saya kenalkan dengan semua bidang olahraga. Saat ini anak saya memilih gymnastik," ujar istri dari Rachman Akbar ini. 

Untuk ijazah, anak-anak homeschooling bisa menginduk ke lembaga non formal dengan ujian kesetaraan. Anak-anak homeschooling juga bisa kuliah atau melanjutkan ke sekolah formal. (Nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved