Sidang Perkara Pembunuhan Kades Dusun Sekampil, Jaksa Hadirkan Anak dan Keponakan Korban

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bungo, Habibul Rakhman menghadirkan empat saksi dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan Kades Dusun Sekampil.

Sidang Perkara Pembunuhan Kades Dusun Sekampil, Jaksa Hadirkan Anak dan Keponakan Korban
Tribunjambi/Mareza
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bungo, Habibul Rakhman menghadirkan empat saksi dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan M Idrus. 

Sidang Perkara Pembunuhan Kades Dusun Sekampil, Jaksa Hadirkan Anak dan Keponakan Korban

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bungo, Habibul Rakhman menghadirkan empat saksi dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan atas terdakwa Hilarius Zai (21) dan Fonongoni Hura (25), Rabu (4/9/2019).

Mereka adalah Afriani (24) anak korban, Darul Qotni (24) keponakan korban, W (16) dan L (17) sebagai dua orang yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Ade Irma Susanti itu, saksi Afriani dan Darul Qotni diperiksa lebih dulu dalam sidang terbuka.

Dari keterangan saksi diketahui, Darul Qotni adalah orang yang pertama kali mendapati korban M Idrus (46) Kades Dusun Sekampil dalam kondisi mengalami luka tusuk.

"Awalnya saya ada dengar suara, jaraknya sekitar 100 meter, tapi saya tidak hiraukan. Sekitar 15 menit kemudian, saya lewat di jalan, sudah lihat korban berdarah, kena tusuk, dalam posisi telungkup," jelasnya di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Muara Bungo.

Baca: Dua Terdakwa Pembunuhan Kades Dusun Sekampil Dikepung Keluarga Korban, Sempat Lontarkan Umpatan

Baca: 76 Kali Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Jambi, Daerah Perbatasan Muarojambi Paling Banyak

Baca: Kala Hutan di Muarojambi Mulai Hilang Terbakar

Baca: Serapan Anggaran Capai 70 Persen, Fasha: Ini Pergerakan Positif

Baca: Meningkatkan Layanan dan Menjangkau Daerah, BCA Resmikan Mobil Kas Keliling

Dia menjelaskan, korban sempat memintanya untuk mengambil kain dan mobil untuk membawanya ke rumah sakit. Korban sempat dibawa ke RSUD H Hanafie dalam kondisi mengalami luka tusuk di dada kiri, kanan, dan perut.

Di sanalah keluarga menelepon Afriani alias Af. Dalam kesaksiannya, dia tengah berada di Muara Bungo.
"Saya ditelepon, ayah di rumah sakit. Saya langsung susul ke sana," katanya terbata, yang langsung diiringi air yang menetes di matanya.

Majelis hakim sempat mempertanyakan kesanggupan saksi dalam memberi keterangan di ruang sidang, namun saksi tetap menyanggupi.

Dijelaskannya, itu hari Minggu (21/4/2019). Hingga hari Selasa (23/4/2019), dia mengaku masih sempat mendengarkan keterangan korban hingga mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 9.45 WIB.

Dari keterangan ayahnya, dia ditikam dua orang yang sempat menanyakan lokasi sinyal di sebuah bukit yang letaknya 2 kilometer dari dusun mereka.

"Ayah bilang, orang itu tanya sinyal. Habis itu mereka sempat ngomong berdua, pakai bahasa Nias. Sudah itu orang itu marah, tusuk ayah," jelasnya. Untuk keterangan dua saksi di bawah umur, sidang berlangsung tertutup.

Sidang itu juga diamankan dan dijaga ketat oleh sejumlah aparat kepolisian. JPU Kejari Bungo, Habibul Rakhman saat dikonfirmasi usai sidang membenarkan bahwa sidang perkara ini akan terus diamankan hingga putusan.

"Kita saling berkoordinasi dengan Polres Bungo untuk mengamankan sidang ini, agar tetap kondusif," katanya.

Kedua terdakwa dijerat dengan empat dakwaan. Dakwaan pertama pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Atau dakwaan kedua pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Atau dakwaan ketiga pasal 365 ayat (3) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Atau dakwaan keempat pasal 170 tentang Pengeroyokan.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved