76 Kali Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Jambi, Daerah Perbatasan Muarojambi Paling Banyak

Musim kemarau menyebabkan banyak lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Tercatat 76 kali kebakaran terjadi di wilayah Kota Jambi.

76 Kali Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Jambi, Daerah Perbatasan Muarojambi Paling Banyak
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kebakaran yang masih terjadi di PT MAS Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi 

76 Kali Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Jambi, Daerah Perbatasan Muarojambi Paling Banyak

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Musim kemarau menyebabkan banyak lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Hingga saat ini kebakaran lahan yang terjadi di Kota Jambi sudah mencapai 76 kasus.

Disampaikan Ridwan Kepala Dinas Kebakaran (Damkar) Kota Jambi bahwa selama bulan Agustus untuk Kota Jambi telah terjadi kebakaran di 26 titik.

“Kebakaran lahan kering dari data ada 26 titik dari Agustus,” kata Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan mengatakan bahwa kebakaran 26 titik yang terjadi tersebut berada di perbatasan antara Kabupaten Muarojambi dan Kota Jambi.

“Untuk daerah tapal batas antara Muarojambi dan Kota Jambi,”katanya.

Ridwan juga mengatakan bahwa kebakaran lahan yang terjadi tersebut masih dapat diatasi. Menurutnya 76 kasus kebakaran yang terjadi di Kota Jambi, yang paling banyak terjadi pada bulan Agustus adalah kebakaran pada lahan kering.

Baca: Kala Hutan di Muarojambi Mulai Hilang Terbakar

Baca: Serapan Anggaran Capai 70 Persen, Fasha: Ini Pergerakan Positif

Baca: Terdampak Kekeringan, PDAM Tirta Mayang Beri Air Bersih Gratis ke Pelanggan

Baca: Meningkatkan Layanan dan Menjangkau Daerah, BCA Resmikan Mobil Kas Keliling

Baca: Kebakaran Lahan, Sakwan Imbau Perusahaan dan Warga Sarolangun Jaga Lahan Masing-masing

“Semua bisa diatasi, cuma jumlah kebakaran pada saat ini sudah 76 kasus kebakaran, Tapi banyak bulan Agustus ini terjadi pada lahan kering,” ujarnya.

Untuk luas lahan yang terbakar Ridwan mengatakan bahwa pada saat ini belum dapat ditaksir. Karena menurutnya setiap lahan yang terbakar tersebut mempunyai luas yang berbeda-beda.

“Kalau untuk berapa hektarnya, belum bisa kita taksir karena ada 1 hektar, 2 hektar, 3 hektar bahkan ada yang 5 hektar di perbatasan antara Muarojambi dan Kota Jambi,” terangnya.

Dikatakan Ridwan bahwa dari 76 kasus kebakaran tersebut terjadi sejak bulan Januari hingga Agustus. Adapun penyebab kebaran adalah adanya masyarakat yang membakar sampah sembarangan dan membuka lahan untuk bercocok tanam.

“76 kasus itu terjadi dari bulan Januari, kebakaran lahan itu terjadi karena masyarakat itukan ingin praktis ada yang membakar sembarangan, bakar sampah kena daerah lahan kering, mereka membakar untuk membuka lahan yang akan ditanami,” pungkasnya.(Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved