Kebakaran Lahan, Sakwan Imbau Perusahaan dan Warga Sarolangun Jaga Lahan Masing-masing

Kontribusi perusahaan konsesi terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sarolangun cukup tinggi.

Kebakaran Lahan, Sakwan Imbau Perusahaan dan Warga Sarolangun Jaga Lahan Masing-masing
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Regu pemadam Sarolangun bersiap memadamkan api. 

Karhutla di Sarolangun, Sakwan Imbau Perusahaan dan Warga Jaga Lahan Masing-masing

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kontribusi perusahaan konsesi terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sarolangun cukup tinggi.

Hal ini sesuai dengan kondisi di wilayah itu yang mengalami kebakaran hutan setiap harinya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Sakwan, mengatakan bahwa kelengkapan alat pendukung tersebut baru 80 persen yang dilengkapi oleh perusahaan, terutama perusahaan yang besar.

"Perusahaan besar sudah lengkap seperti KDA, PT. SAL sudah menyiapkan 80 persen lah, kalau perusahan kecilkan itu sesuai izinnya dan luas lahan, 1.000-5.000 hektar itu sekian," katanya.

Ia mengatakan bahwa kelengkapan alat pemadam kebakaran ini, mulai dari mobil pemadam kebakaran, petugas, helm, tengki air, embung, parit atau sumber-sumber air di lokasi perusahaan.

Baca: Antisipasi Kemarau, PDAM Tirta Batanghari Keruk Sungai Batanghari di Tiga Lokasi

Baca: Kapolresta Jambi: Ayo Kanti Kanti Kito Kenalkan Batik Jambi di Kancah Nasional

Baca: Kabut Asap di Sarolangun Belum Membahayakan, DLH akan Uji Kualitas Udara di 2 Lokasi Lagi

Baca: Dua Terdakwa Pembunuhan Kades Dusun Sekampil Dikepung Keluarga Korban, Sempat Lontarkan Umpatan

Baca: Pesan Khusus Bima Aryo Kepada Petugas yang Observasi Sparta dan Anubis, Kasus ART Tewas Digigit

"Banyak persyaratan, harus punya masker sekian, helm sekian, pasukan satu regu. Kemudian ada tengki air, sumber air, embung, atau patut antar blok, mobil pemadam kebakaran, sejauh ini baiklah," katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa pada musim kemarau ini yang diperkirakan akan berakhir pada bulan Oktober mendatang, partisipasi perusahaan dalam menanggapi kebakaran lahan di wilayahnya cukup tinggi.

Bahkan, lokasi di sekitar milik perusahaan juga turut jadi perhatian, ketika ada kebakaran lahan.

"Rata-rata perusahaan kalau tahu ada kebakaran lahan di wilayah lahannya sendiri, begitu juga lokasi yang ada di sekitar perusahaan atau mendekati, juga ditanggapi dengan membantu pemadaman kalau dia tahu. Kalau dia (perusahaan) tidak tahu, kami yang kasih tahu," katanya.

"Perusahaan belum melaporkan, tapi kalau ada titik api, langsung cepat dimatikan. Cuman ada beberapa lahan perusahaan dan kebun masyarakat yang terbakar. Maka kita himbau harus jaga lahan masing-masing, dan Perusahaan dengan masyarakat kita harapkan dapat bersinergi dalam penanganan kebakaran lahan ini," katanya (Cwa)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved