Antisipasi Kemarau, PDAM Tirta Batanghari Keruk Sungai Batanghari di Tiga Lokasi

Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Batanghari melakukan pengerukan Sungai Batanghari di tiga lokasi.

Antisipasi Kemarau, PDAM Tirta Batanghari Keruk Sungai Batanghari di Tiga Lokasi
tribunjambi/Dedy Nurdin
Sungai Batanghari yang surut menjadi tempat wisata dadakan di Aur Duri 

Antisipasi Kemarau, PDAM Tirta Batanghari Keruk Sungai Batanghari di Tiga Lokasi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Batanghari melakukan pengerukan Sungai Batanghari di tiga lokasi.

Pengerukan tersebut dilakukan di Sungai Baung Kecamatan Muara Bulian, Terusan Seberang dan Rambutan Masam Kecamatan Muara Tembesi.

Kepala Bidang Teknik PDAM Tirta Batanghari, Supran saat dikonfirmasi mengatakan, pengerukan pada Sungai Batanghari tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi kemarau. Agar air bersih bisa tersalurkan ke rumah-rumah warga.

"Kami melakukan pengerukan di tiga titik pompa intake PDAM itu karena debit air sungai sudah dangkal. Kalau tidak dikeruk, pompa intake tidak bisa berproduksi karena menyedot pasir," ujarnya saat dikonfimasi, Rabu (4/9).

Baca: Kapolresta Jambi: Ayo Kanti Kanti Kito Kenalkan Batik Jambi di Kancah Nasional

Baca: Kabut Asap di Sarolangun Belum Membahayakan, DLH akan Uji Kualitas Udara di 2 Lokasi Lagi

Baca: Dua Terdakwa Pembunuhan Kades Dusun Sekampil Dikepung Keluarga Korban, Sempat Lontarkan Umpatan

Baca: Pesan Khusus Bima Aryo Kepada Petugas yang Observasi Sparta dan Anubis, Kasus ART Tewas Digigit

Baca: Layanan Bertiga di Ranjang Terbongkar Setelah Digrebek Polisi, Terungkap Tarifnya Jutaan!

Ia melanjutkan, pengerukan dilakukan pada 20 Agustus lalu. Alat yang digunakan yaini alat Lanting (penyedot pasir) yang disewa dari penambang emas milik warga sekitar.

"Setelah dikeruk, kondisinya sudah normal kembali. Apalagi sudah ada hujan beberapa hari lalu dan debit Sungai Batanghari menjadi bertambah 25 cm untuk saat ini," katanya.

Meski demikian, walau kemarau yang melanda Provinsi Jambi dinilai sangat parah, kata Supran belum ada kendala berarti seperti matinya penyaluran air PAM ke rumah-rumah warga.

"Penyaluran Air PAM ke rumah-rumah warga tidak ada kendala seperti mati. Paling masalah listrik. Oleh sebab itu sebelum terjadi hal seperti itu, kami sudah melakukan pengerukan dan penambahan pipa transmisi di tempat yang dikeruk tadi," paparnya.

Ia menilai bahwa kemarau tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena biasanya, daerah Terusan Seberang tak pernah mengalami kekeringan.

"Tapi tahun ini mengalami kekeringan dan kami sampai harus mengeruk Sungai Batanghari," ujarnya.

Selain itu, sepanjang kemarau ini, PDAM Tirta Batanghari juga telah menyuplai puluhan ribu air bersih ke desa-desa yang kesulitan air saat kemarau.

Supran menyebutkan, selama kemarau terhitung dari Mei lalu, pihaknya menyuplai 8 tangki. Lalu pada Juni menyuplai 19 tangki, Juli menyuplai 77 tangki dan Agustus 100 tangki.

Baca: VIDEO Laga Kualifikasi Piala Dunia 2022, Live Streaming TV Online Indonesia vs Malaysia, Kamis Sore

Baca: Gara-gara Selingkuh Dengan Istri Orang, Pemuda Ini Didenda Rp 30 Juta Deadline Seminggu!

Baca: Penampakan Terkini Alleia Anata, Putri Semata Wayang Ariel NOAH, Makin Cantik, Tampil Bergaya 80-an

Baca: Kebakaran Lahan di Kemingking, Kumpeh Ulu, Polres Muarojambi Tahan 2 Tersangka

"Rerata per tangki yakni 4 kubik atau 4.000 liter. Penyuplaian air bersih dilakukan di sekitaran Kota Muara Bulian seperti Simpang Kilangan, Sungai Buluh, Singkawang, Kampung 6 Ness dan Bungku," pungkasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved