Timer Konslet, Lampu Jalan di Muarojambi Hidup Manual, Malam Sering Mati

Masyarakat Kabupaten Muarojambi mengeluh banyaknya titik lampu jalan yang mati saat malam hari.

Timer Konslet, Lampu Jalan di Muarojambi Hidup Manual, Malam Sering Mati
Tribunjambi/Samsul Bahri
Masyarakat Kabupaten Muarojambi mengeluh banyaknya titik lampu jalan yang mati saat malam hari. 

Timer Konslet, Lampu Jalan di Muarojambi Hidup Manual, Malam Sering Mati

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Masyarakat Kabupaten Muarojambi mengeluh banyaknya titik lampu jalan yang mati saat malam hari. Keluhan ini mendapat tanggapan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Muarojambi

"Jadi itu kan pakai timer, dan timernya itu yang konslet. Ada yang lampunya siang hidup, malam malah mati. Nah ini yang sedang kita lakukan perbaikan dan kita ganti dengan MCB secara manual," kata Kepala Bidang Perumahan dan Persampahan Dinas Perkim Muarojambi, Yan Novran Bassyar.

Lebih lanjut Ia menyebutkan bahwa pemasangan MCB manual tersebut diletakkan di salah satu rumah warga. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak kepala desa untuk membantu melakukan timer hidup lampu.

"Jadi pengerjaannya sudah hampir 60 persen. MCB itu kita tarok di rumah warga, atau RT, atau lurah setempat. Jadi kita minta tolong untuk mengatur pagi dimatikan kalo sore dihidupkan," ujarnya.

Baca: Kades Sekernan Bantah Selewengkan Dana Desa, Setiap Tahun Diaudit Inspektorat

Baca: Diselimuti Kabut Asap Polusi Udara di Kota Jambi Naik, DLH Terus Pantau Kualitas Udara

Baca: Kejar Target, Fasha Bakal Evaluasi Kerja ASN Kota Jambi

Baca: Bupati Romi Ancam Stop Anggaran Jika PSSI Tanjab Timur Gunakan Pemain Luar

Baca: Tanjab Timur Diselimuti Kabut Asap Tebal dan Menguning, DLH Sebut Pencemaran Udara Masih Sedang

Sementara itu, Ia menyebutkan bahwa saat ini beberapa kecamatan telah dilakukan dengan manualisasi penggunaan MCB meskipun memang pihaknya tetap akan memproses pengajuan pada anggaran 2020.

"Karena masalahnya tidak hanya lampu, bola lampu juga ada yang putus, kabal juga ada yang putus, jadi memang butuh perawatan. Ini yang kita upayakan saat ini," ucapnya.

Meski telah berkoordinasi dengan masyarakat, masih ada juga beberapa yang tidak mematikan lampu dengan sistem manual tersebut. Untuk itu, Ia berharap kepada seluruh masyarakat terutama yang diberi kepercayaan untuk mematikan dan menghidupkan lampu.

"Masih adalah beberapa, jadi memang kita minta partisipasi semua pihak. Karena apa, kalo lampu hidup secara terus menerus tentu ini berdampak akan membuat rusaknya lampu jalan," harapnya.

Sementara itu, Ia menginginkan semua masyarakat untuk dapat memberikan laporan kepada Dinas Perkim jika memang ada di tempat tinggalnya yang lampu jalannya mengalami kerusakan. Sehingga dapat diatasi segera.

"Ia lapor ke kita segera, jadi nanti kita langsung tindaklanjuti," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved