Breaking News:

PAD Kota Jambi dari Parkir Baru 59 Persen, Banyak Tungkang Parkir Bandel

Hingga memasuki awal September 2019 ini, pencapaian PAD dari sektor parkir yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Jambi baru mencapai 59 persen.

Penulis: Rohmayana | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rohmayana
Kadis Perhubungan Kota Jambi, Shaleh Ridho. 

PAD Kota Jambi dari Parkir Baru 59 Persen, Banyak Tungkang Parkir Bandel

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menggenjot pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD). Hingga memasuki awal September 2019 ini, pencapaian PAD dari sektor parkir yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Jambi baru mencapai 59 persen.

“Baru Rp 3,6 miliar sampai saat ini, dari target kita tahun ini Rp 6 miliar. Mudah-mudahan bisa meningkat tahun ini dibanding sebelumnya,” kata Kadis Perhubungan Kota Jambi, Shaleh Ridho, Senin (2/9).

Dia mengatakan salah satu kendala adalah masih adanya tunggakan dari juru parkir. Oleh karena itu, pihaknya saat ini mengupayakan mengubah sistem Surat Perintah Tugas (SPT) yang biasanya 1 tahun dirubah menjadi 1 bulan.

“Kalau ada yang tidak setor, maka bulan depan SPT bisa dicabut. Berarti illegal. Supaya jukir lebih patuh,” ujarnya.

Baca: Kejari Bungo Terima Berkas Perkara Cukai Rokok, SS Rugikan Negara hingga Rp 108 Juta

Baca: Ratusan Kendaraan di Batanghari Terjaring Operasi Patuh 2019

Baca: 48 Hotspot Terpantau di Bajubang, 300 Hektar Hutan dan Lahan di Batanghari Terbakar

Baca: Fantastis, Berikut Gaji dan Tunjangan Anggota DPRD Tanjab Barat Periode 2019 - 2024

Baca: Operasi Patuh 2019, Sehari Satlantas Polres Bungo Tilang 100 Kendaraan

Dia mengatakan, untuk kepatuhan Jukir terhadap aturan yang ada, Ridho menambahkan memang masih ada beberapa yang bandel. Pihaknya juga beberapa kali masih menerima pengaduan masyarakat.

“Tapi saya pastikan 85 persen sudah diterbitkan SPTnya. Jumlah Jukir kita sekarang 860an. Kalau jumlah titik parkirnya ada 190 lebih,” katanya.

Pihaknya juga saat ini terus memonitor pertumbuhan lokasi usaha yang memungkinkan untuk ditempatkan Jukir. Selain itu juga untuk pemberlakukan tanpa karcis gratis masih berlaku. “Masyarakat tetap harus meminta karcis itu, kalau tidak dikasih tidak usah bayar,” katanya.

Dia menambahkan hal itu pun masih menjadi PR terbesar Dinas Perhubungan. Biasanya Jukir tidak memberi karcis jika tidak diminta. “Ini terus kita bina, biasanya setiap bulan kita terus cek atributnya dan kelengkapannya,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengaku optimistis dalam perjalanan menuju akhir 2019, seluruh sektor PAD yang dikelola Dishub dapat memenuhi realisasi sehingga PAD Kota Jambi dan dapat terus meningkat.(Rohmayana)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved