Breaking News:

Kejari Bungo Terima Berkas Perkara Cukai Rokok, SS Rugikan Negara hingga Rp 108 Juta

Kejari Bungo menerima berkas tersangka tahap II perkara bea cukai rokok berbagai merek dari tim penyidik KPP Bea Cukai Jambi.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Mareza
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bungo menerima berkas tersangka tahap II perkara bea cukai rokok berbagai merek dari tim penyidik KPP Bea Cukai Jambi, Senin (2/9/2019). 

Kejari Bungo Terima Berkas Perkara Cukai Rokok, SS Rugikan Negara hingga Rp 108 Juta

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bungo menerima berkas tersangka tahap II perkara bea cukai rokok berbagai merek dari tim penyidik KPP Bea Cukai Jambi, Senin (2/9/2019).

Kasi Pidsus Kejari Bungo, Galuh Bastoro Aji mengatakan, tersangka perkara cukai tersebut berinisial SS yang sudah ditahan sejak 5 Juli 2019 lalu.

"Tersangka berinisial SS. Sebelumnya, telah dilakukan penahanan oleh penyidik bea cukai di Lapas Klas II A Kota Jambi terhitung mulai 5 Juli 2019 sampai dengan 2 September 2019," kata Galuh.

Selain itu, pihaknya juga menerima barang bukti dari tim penyidik bea cukai Jambi. Di antaranya, rokok dengan merek L4 dengan jumlah 30 koli, Luffman warna merah 2 koli, Lufman warna silver 3 koli, dan Laris Brow sebanyak 30 koli.

"Selain itu, juga disita barang bukti berupa satu unit Isuzu Phanter warna hitam dengan nomor polisi B 9007 SAP, sebuah telepon selular, dan satu KTP," jelasnya.

Galuh mengatakan, berdasarkan hasil penghitungan ahli bea cukai, pebuatan tersangka menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 108.766.250.

Dia menambahkan, perkara ini akan ditangani pihak Kejari Bungo dan saling berkoordinasi dengan Kejati Jambi.

Tersangka dijerat dengan dakwaan alternatif. Pertama, pasal 56 Undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atau kedua, pasal 54 undang-undang nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Ancamannya, paling singkat satu tahun atau paling lama 5 tahun, dan denda paling sedikit dua kali lipat atas kerugian cukai itu atau paling banyak 10 kali lipat," jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved