Fachrori Mengaku "Dijahilin" Agar Tak Punya Wakil Gubernur

H. Fachrori Umar, Gubernur Jambi merasa ada yang "menjahili" agar dirinya tidak punya wakil untuk menjalankan program Jambi Tuntas 2021.

Fachrori Mengaku
Tribunjambi/Zulkifli
Gubernur Jambi Fachrori Umar 

Fachrori Mengaku "Dijahilin" Agar Tak Punya Wakil Gubernur

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- H. Fachrori Umar, Gubernur Jambi merasa ada yang "menjahili" agar dirinya tidak punya wakil untuk menjalankan program Jambi Tuntas 2021.

Pengakuan Gubernur Jambi, Fachrori Umar tersebut disampaikan saat menghadiri rapat paripurna terakhir bersama anggota DPRD sisa masa jabatan 2014-2019 di Ruang Aula Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (2/9/2019).

Dari atas podium aula paripurna awalnya Gubernur Jambi Fachrori Umar mengucapkan hal itu.
"Saya sedih, saya sangat ingin punya wakil gubernur, tapi ada yang jahil, nauzubillah," ungkap Fachrori.

Fachrori mengaku proses untuk pemilihan Calon Wakil Gubernur Jambi itu ada oknum yang jahil.
"Ya makanya rumit kita," jelasnya.

Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi Johansyah mengatakan lebih lanjut pertemuan degan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi H Bakri akan kembali direncanakan setelah pulang dari luar negeri.

Baca: Lima Konsesi Perusahaan di Kabupaten Muarojambi Jadi Jalur Tol Jambi-Rengat

Baca: Dua Terdakwa Korupsi Embung Sungai Abang akan Sampaikan Pembelaannya Besok

Baca: Jembatan Batanghari III akan Dibangun di Muarojambi, Terkoneksi dengan Jalan Tol

Baca: Tolak Rp 45 Miliar, Bawaslu Jambi Andalkan Putusan Permendagri untuk Minta Tambahan Dana Hibah

Baca: Bawaslu Jambi Mentahkan Gugatan Ismet Terhadap SK KPU Sarolangun, Ini Alasannya

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ar Syahbandar berharap di sisa masa jabatan Gubernur Jambi Fachrori Umar dapat mengemban amanah dan melanjutkan program Jambi Tuntas 2021 dengan maksimal.

"Ini yang saya tangkap menyangkut soal wakil Gubernur, mungkin mau nya A, tapi disodorkan B, makanya begitu, jadi kalau dia iba (sedih) itu wajar, saya prihatin," terangnya.

Tetapi di satu sisi yang lain, menurut Syahbandar ini adalah politik. Dalam PP dan perundang-undangan tidak ada peraturan yang mengatur ketika tidak ada Wagub itu terkena sanksi.

"Ya satu sisi begitu, ini politik gitu, karena punishment, sanksi nggak ada, itu nggak ada sanksi, jadi kalau ada yang bermain, ya tinggal moral, ini gimana ni," pungkasnya.

Sementara itu, klarifikasi Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, H. Bakri yang kini tengah berada di luar negeri membenarkan jika pertemuan dengan Gubernur Jambi akan dijadwal ulang.

"Sebenarnya saya bisa diwakilkan oleh sekertaris atau wakil ketua. Tapi maunya pak Gubernur tunggu saya pulang," katanya. (Hendri Dunan Naris)

Penulis: dunan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved