Dua Terdakwa Korupsi Embung Sungai Abang akan Sampaikan Pembelaannya Besok

Dua terdakwa dugaan korupsi pembangunan Embung Desa Sungai Abang Kabupaten Tebo akan sampaikan pembelaan, pada Selasa (3/9).

Dua Terdakwa Korupsi Embung Sungai Abang akan Sampaikan Pembelaannya Besok

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua terdakwa dugaan korupsi pembangunan Embung Desa Sungai Abang Kabupaten Tebo akan sampaikan pembelaan, pada Selasa (3/9).

Terdakwa kasus ini adalah Wadio Asmoro dan Firdaus. Sebelumnya Wadio sempat mengakui kesalahannya.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Purba, Widio membenarkan sejumlah pernyataan hakim maupun jaksa. Dimana terdapat beberapa tindakan yang seharusnya tidak menjadi kewenangannya, namun dilakukan terdakwa.

"Gara-gara anda tanda tangani kan cair semua dananya 100 persen kan? Padahal pembangunannya tidak selesai," tanya hakim.

Ia pun membenarkan bahwa terdapat beberapa tanda tangan, yang harusnya bukanlah kewenangannya.

Baca: Jembatan Batanghari III akan Dibangun di Muarojambi, Terkoneksi dengan Jalan Tol

Baca: BI Sempurnakan Kebijakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

Baca: Ini Kecamatan di Kabupaen Muarojambi yang akan Dilalui Tol Jambi-Rengat

Baca: Tolak Rp 45 Miliar, Bawaslu Jambi Andalkan Putusan Permendagri untuk Minta Tambahan Dana Hibah

Baca: Tol Sumatera Hubungkan Jambi-Riau, Segini Panjangnya hingga Lewati Dua Kabupaten di Jambi

"Saya yang membuat dokumen-dokumen pelelangan, dan ada juga tanda tangan lain. Memang harusnya bukan saya. Hasil pemeriksaan pembangunan juga saya yang teken yang mulia," ucap terdakwa.

Wadio juga dinyatakan turut serta melengkapi dokumen pencairan 100 persen, dengan cara menyusun dan membuat berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan, dan berita acara serah terima pekerjaan, tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Dalam perkara ini, Wadio Asmoro dinyatakan telah memperkaya diri sendiri. Yaitu menerima pembayaran atas kontrak sebagai Konsultan Pengawas sebesar Rp. 49.330.000, atau memperkaya orang lain, atau korporasi. Kasus ini menyebabkam kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar lebih.

Sebelumnya dijerat pasal 3 jo Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi  sebagaimana diubah ke UU Nomor 20 tahun 2001.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved