Benarkah Kelindihan Saat Tidur Akibat Ulah Makhluk Halus, Simak Penjelasan Dari Sisi Medis!

Fenomena kelindihan sering dikaitkan dengan hal-hal mitos, namun ternyata dapat dijawab secara medis.

Editor:
banjarmasin post
Ilustrasi tidur seperti ketindihan setan atau mahluk halus 

Menelusuri Faktor Risiko Ketindihan atau Sleep Paralysis
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fenomena ini adalah ketika mengalami kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur.

Faktor usia juga berpengaruh, remaja dan dewasa muda merupakan kalangan yang lebih berisiko.

Baca: Kawasaki W175 Diskon hingga Rp 1,5 Juta, Datang ke Kawasaki Seluber Anugerah

Baca: VIRAL Bocah SD Dikeroyok Kakak Kelas, Ternyata Pelaku Dibayar Seseorang, Apa Motif Sebenarnya?

Baca: Live Streaming Liga 1 2019 Bhayangkara FC vs Persebaya Siaran Langsung Hari Ini Kick Off 15.30 WIB

Selain itu ada faktor risiko lain, seperti faktor keturunan, tidur dalam posisi terlentang, mengalami stres, menderita gangguan bipolar, kram kaki pada malam hari, serta penyalahgunaan obat-obatan.

Meski jarang terjadi, kelumpuhan masa tidur ini juga bisa menjadi gejala narkolepsi, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan untuk tetap terjaga lebih dari 3-4 jam.

Mencukupi Kebutuhan Tidur
Tiap orang memiliki kemungkinan mengalami ketindihan. Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita.

Ada yang mengalami ketindihan satu hingga dua kali saja seumur hidup, namun ada juga yang menghadapi beberapa kali dalam satu bulan atau lebih sering lagi.

Beberapa perubahan kebiasaan, sering kali efektif mengatasi fenomena ketindihan. 

Misalnya memastikan terpenuhinya waktu yang dibutuhkan untuk tidur, yaitu sekitar 6-8 jam tiap malam, memperbaiki lingkungan tempat tidur, atau mulai tidur dan bangun pada jam yang sama secara teratur.

Pola hidup sehat lain juga dapat mengurangi kemungkinan sleep paralysis, seperti olahraga secara teratur, mengurangi konsumsi kafein, menghindari konsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok.

Tanda-tanda Perlu Diwaspadai
Kelumpuhan pada masa tidur sering kali tidak membutuhkan penanganan khusus, namun segera periksakan diri Anda jika kemudian mengalami hal-hal berikut:

-Rasa cemas atau khawatir berlebihan.
-Merasa lelah seharian.
-Tidak dapat tidur semalaman.
-Penggunaan obat-obatan hanya boleh dilakukan berdasarkan saran dokter. Kemungkinan dokter akan memberi obat antidepresan untuk membantu mengatasi hal tersebut.

Mengalami peristiwa ketindihan pada umumnya membuat seseorang merasa takut, namun tidak perlu khawatir berlebihan.

Dengan memperbaiki pola tidur dan menerapkan gaya hidup sehat, sering kali efektif dalam mengurangi risiko terulangnya peristiwa tersebut. Jika gejala berlanjut dan mulai mengganggu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik. (Tribuncirebon.com/Mutiara Erlanti)

Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Sering Alami 'Ketindihan' Saat Tidur? Begini Penjelasan Medis Tentang Sleep Paralysis, https://cirebon.tribunnews.com/2019/08/29/sering-alami-ketindihan-saat-tidur-begini-penjelasan-medis-tentang-sleep-paralysis?page=all.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved