Setengah Jam Baku Tembak dengan Polisi, Madan Akhirnya Tewas di Semak-semak

Madan Syafriadi Harahap (24) warga Sumatera Utara yang merupakan buronan polisi karena melakukan pencurian pistol Kanit Reskrim Polres Pauh.

Setengah Jam Baku Tembak dengan Polisi, Madan Akhirnya Tewas di Semak-semak
Istimewa
Kronologi Perburuan Syafriadi Harahap, Kabur setelah Maling Pistol Polisi, Hujan Peluru di Desa Bungur 

Setengah Jam Baku Tembak dengan Polisi, Madan Akhirnya Tewas di Semak-semak

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Madan Syafriadi Harahap (24) warga Sumatera Utara yang merupakan buronan polisi karena melakukan pencurian pistol Kanit Reskrim Polres Pauh,  Sarolangun, akhirnya ditangkap di Desa Sungai Bungur, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi. 

Keterangan warga menyebutkan bahwa Madan sempat berkomunikasi dengan beberapa warga. Ia juga sempat meminta air minum dan berniat untuk menginap di rumah warga yang berada di RT 04 Desa Sungai Bungur.

Karena merasa risih, warga tersebut akhirnya pergi ke salah satu rumah temannya. Namun, Madan masih juga mengikuti perempuan tersebut di RT 06 yang berjarak lebih kurang 1,5 Km dari rumah perempuan tersebut yang berada di RT 04.

Sementara itu, karena terus mengikuti perempun tersebut. Anggota keluarga dari teman perempuan tersebut menanyakan maksud dan tujuan dari tersangka mengikuti perempuan tersebut.

Baca: Madan Mengaku dari Jambi, Pengen Numpang di Rumah Janda Awalnya Alasan Minta Minum

Baca: Warga Sungai Bungur Kaget Dengar Baku Tembak, Syafriadi Sembunyi di Belakang Rumah Sebelum Tewas

Baca: Dua Speed Boat di Pelabuhan Kuala Tungkal Tiba-tiba Terbakar, Polres Tanjabbar Sebut Ini Penyebabnya

Baca: Ayah dan Anak Tewas, Penjaga Pom Bensin di Kota Jambi Jadi Korban Perampokan

Baca: Perusahaan Tak Daftarkan Karyawan ke BPJS, Disnakertrans Jambi Ancam Kenakan Sanksi

"Di tanyo lah samo orang di rumah itu tadi,  kau dari mano? Dio jawab dari jambi. Tujuan kau nak ke mano? Nak kerumah kawan tapi dak tau alamatnyo. Sayo nak numpang tidok (tidur)," tiru Sayuti warga Sungai Bungur menjelaskan saat dihubungi Tribunjambi.com via telepon, Sabtu (24/8).

Kemudian terjadi perbincangan antara tersangka dan pemilik rumah kira satu jam, akhirnya Madan diizinkan untuk menginap karena merasa kasihan.

"Kito masyarakat biaso kito punyo belas kasihan jadi numpang lah tidur. Nah besok pagi jam 06.00 WIB perempuan tadi balek ke rumahnyo. Dak lamo dio balek, dio (red- tersangka) ngikuti perempuan tadi balek," sebutnya.

Setelah sampai di Rumah tersebut, tidak lama kemudian polisi datang tidak secara bersamaan. Di katakan Sayuti, awalnya ada dua mobil yang sampai, saat tiba mobil ke enam baru tersangka lari ke arah kebun warga.

"Infonyo itu malam itu dio sudah diincar, tapi karno udah malam terus ada warga jugo mungkin dak jadi malam tu ditangkap. Polisi datang ke rumah tu sampe 6 mobil baru dio lari ke arah belakang rumah ke kebun," terangnya.

Sayuti menyebut, saat tersangka lari pihak kepolisian sempat menembakkan senjata ke arah udara. Namun, tersangka melawan dengan menembakkan senjata api yang dimilikinya ke arah polisi.

"Dio melewan, dikejar polisi dio lari, belok lagi sekitar 20 meter belari mungkin ada 30 polisi yang ngejar dio. Dio nembak makin jauh karno lari tadi kan, dak tau lah berapo banyak tembakan itu. Kurang lebih setengah jam lah ado tembak-tembakan itu," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved