Breaking News:

Dari Nonton Film Dewasa, Remaja Dirayu Berhubungan Intim Dengan Iming-iming Rp 50 Ribu

Bermula dari menonton film dewasa seorang anak di bawah umur menjadi korban tindakan asusila tetangganya sendiri.

ist
Ilustrasi 

"Itu terungkap setelah korban berani bercerita ke orang tuanya. Nah, orang tuanya tidak terima. Baru dilaporkan ke Polisi awal tahun ini," kata dia.

Dari laporan orang tua korban, AKBP Rizal Martomo menyebut pihaknya langsung bekerja.

Baca: Federasi KontraS Sebut Papua Tak Butuh Trans Papua, Lukas Enembe: Butuh Kehidupan, Bukan Pembangunan

Baca: Terbuka untuk Umum, Kejari Batanghari Lelang Barang Bukti Hasil Sitaan Negara, Ada 5 Motor, 3 Mobil

Baca: Promo KFC, 5 Potong Ayam Cuma Rp 49 Ribuan, Hari Ini Terakhir!

"Dalam pemeriksaan versi tersangka tidak mengakui perbuatannya. Tapi versi korban, pencabulan dilakukan delapan kali selama tiga tahun itu," jelasnya.

AKBP Rizal Martomo mengungkapkan, modus pelaku yakni mengajak korban masuk ke rumah untuk mencuci piring.

Setelah itu, korban diajak melihat film porno oleh tersangka.

Polisi saat merilis kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/8/2019) siang.
Polisi saat merilis kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/8/2019) siang. (TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA)

Korban diajak untuk berhubungan badan menirukan adegan di film porno itu.

"Bujuk rayunya diiming-imingi uang Rp 50.000," ucapnya.

"Jadi setiap selesai berhubungan badan, korban diberi uang Rp 50.000 oleh tersangka," pungkas dia. 

Sementara itu, tersangka MRS bersikukuh tidak mengakui semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.

"Saya tidak melakukan itu. Saya difitnah, saya tidak mencabuli dia (korban). Itu saya difitnah," kata MRS.

 

Halaman
123
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved