Sediakan Layanan Pijat Plus-plus Sesama Jenis di Kamar Kos, Ketahuan karena Postingan di Facebook

Polres Tasikmalaya Kota memasang police line di sebuah kamar kosan di Jalan Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (19/8/2019) sore.

Sediakan Layanan Pijat Plus-plus Sesama Jenis di Kamar Kos, Ketahuan karena Postingan di Facebook
Tribunjakarta.com
Ilustrasi: pijat kaki 

Sediakan Layanan Pijat Plus-plus Sesama Jenis di Kamar Kos, Ketahuan karena Postingan di Facebook

TRIBUNJAMBI.COM - Polres Tasikmalaya Kota memasang police line di sebuah kamar kosan di Jalan Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (19/8/2019) sore.

Polisi menduga di kamar kos itu menyediakan layanan pijit plus.

Selain memasang garis polisi, petugas juga mengamankan ADH (26), pemuda penghuni kos.

Ia membuka layanan pijit, tapi diduga menambah layanan yang menjurus ke prostitusi sesama jenis.

Polisi menggerebek tempat kos itu sekitar pukul 16.00 dan melakukan penggeledahan.

Baca: Gading Marten Curhat Soal Sosok Calon Istrinya, Sang Ayah: Jangan Cari Artis Lagi, Ribet deh

Baca: Lelang Jabatan Kabupaten Merangin, 5 Pejabat Dinyatakan Gugur di Tahap Awal

ADH yang saat itu berada di lokasi langsung diamankan.

Hingga Selasa (20/8/2019) sore, polisi masih memeriksa ADH di ruang Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Warga sekitar tak menyangka di daerah mereka ada praktik seperti itu.

"Sehari-hari yang kami tahu ADH adalah pekerja mebeler. Dia baik tapi jarang bergaul dan memang agak kemayu. Dia tinggal di sini sudah sekitar tujuh bulan," ujar seorang tetangga.

Warga lainnya mengungkapkan, dugaan adanya pijit plus tersebut setelah ADH memosting layanan pijit melalui Facebook lengkap dengan foto.

Baca: Pendaftaran CPNS 2019 Bibuka Oktober 2019, Simak Syarat dan Proses-proses Penerimaan CPNS 2019

"Katanya ada foto yang berbau pronografi yang menjurus ke pijit plus. Makanya kami lapor polisi," kata tetangga lainnya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf membenarkan tengah menangani kasus dugaan praktik pijat plus tersebut.

Hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap ADH termasuk sejumlah saksi.

"Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap ADH. Termasuk memeriksa postingan yang bersangkutan di Facebook, apakah ada yang menjurus ke arah promosi pijit plus atau tidak," kata AKBP Febry Maruf kepada wartawan kemarin.

Baca: Lowongan Kerja BUMN PT Bhanda Ghara Reksa untuk Lulusan Minimal Pendidikan S1 Berikut Syarat Lainnya

Baca: Kasus ISPA Meningkat, Pasien Puskesmas Sengeti Rata-rata Alami Batuk dan Demam

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved