Kasus ISPA Meningkat, Pasien Puskesmas Sengeti Rata-rata Alami Batuk dan Demam
Sejumlah masyarakat yang datang ke Puskesmas Sengeti mengalami batuk dan demam.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Kasus ISPA Meningkat, Pasien Puskesmas Sengeti Rata-rata Alami Batuk dan Demam
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Sejumlah masyarakat yang datang ke Puskesmas Sengeti mengalami batuk dan demam. Hal ini disampaikan oleh Dr Heri, dokter yang menerima pasien di Puskesmas Sengeti.
Ia menyebutkan rerata yang datang untuk berobat dengan keluhan tersebut merupakan pasien yang terkena ISPA. Untuk melakukan penangganan terhadap pasien seperti itu, pihaknya harus melakukan pemeriksaan.
"Untuk pasien itu biasanya datang dengan gejala batuk-batuk, sesak nafas, demam pilek. Itu gejala awalnya, jadi kita lakukan pemeriksaan," ujarnya.
Pihak Puskesmas Sengeti memberikan sejumlah obat dan juga pemberian masker pada pasein ISPA. Sementara saat ini belum ada pasien yang telah dirujuk ke Rumah Sakit.
"Kalo sekarang masih wajar, belum ada yang sampai dirujuk. Paling kita suruh kontrol lagi kalau memang belum sembuh, tapi sampai saat ini belum ada yang berobat kembali untuk kontrol," ucapnya.
Baca: BREAKING NEWS, Kasus ISPA di Sengeti Jambi Meningkat Tajam Akibat Kabut Asap
Baca: VIDEO: Antisipasi Gejolak Kerusuhan di Papua, Fasha Kumpulkan Mahasiswa di Kota Jambi
Baca: Partai Koalisi Tunggu Kabar dari PAN, Husaini: Kami Masih Tunggu Info dari Protokol
Baca: BREAKING NEWS, Warga Desa Sungai Baung Temukan Ikan Tapah Raksasa
Sayangnya ketersediaan masker untuk pasien ISPA sedang kosong. "Kita ada sediakan di depan kantor kita, kalo yang berobat itu kebanyakan anak-anak, jadi kalo berobat itu kita kasih masker dan yang mendampingi juga kita kasih masker. Tapi saat ini ketersediannya habis," terang, Ratna, Penanggungjawab Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M).
Di tambahkan oleh Ratna, saat ini pihaknya hanya menunggu pemberian bantuan masker dari Dinas Kesehatan. Meskipun demikian, jika memang nantinya keadaan sudah darurat, pihaknya bisa saja mengadakan masker sendiri.
"Untuk saat ini kita hanya menunggu dari dinkes, tapi kalo memang keadaan sudah darurat, kita bisa pakai anggaran darurat," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/21082019_puskesmas.jpg)