Kerusuhan di Papua

Lenis Kogoya: Jangan Saling Menjelekkan, Papua Bagian dari NKRI

Ormas manapun yang menganggu, provokatornya harus ditangkap. Siapapun yang melakukan bahasa apapun, Kapolri harus diperiksa dong

Lenis Kogoya: Jangan Saling Menjelekkan, Papua Bagian dari NKRI
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kagoya 

Lenis Kogoya: Papua Bagian dari NKRI, Jangan Saling Menjelekkan

"Pace, mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang paling baik adalah saling memaafkan."

"Emosi itu boleh tapi memaafkan itu lebih baik, Sabar juga lebih baik," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/9/2019).

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya mengimbau kepada semua pihak agar tidak saling menjelekkan sesama masyarakat Indonesia. 

"Mungkin kulit yang beda tapi kita menghirup udara yang sama. Kecuali negara lain yang mengacau kita punya lambang, kita boleh marah sama-sama," ujar Lenis di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

"Tapi antara Papua dan Jakarta, Aceh dengan Jakarta, anak bangsa yang tidak boleh saling jelekkan satu dengan lain."

"Kita sama-sama Merah Putih, satu bangsa yang sama. Papua juga bagian dari NKRI," sambung Lenis.

 
Lenis pun mengimbau kepada organisasi masyarakat (ormas) yang ada di Pulau Jawa maupun pulau lainnya untuk mengendalikan diri dan menyampaikan aspirasi di muka umum sesuai undang-undang berlaku.

"Jangan menkhianati sesama, apalagi nama-nama binatang, suruh pulang lah. Itu yang membuat marah orang Papua. Namun orang Papua marah dan hari ini sudah ilang, bakar, selesai," tutur Lenis. 

Selain itu, Lenis juga berharap kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa di Malang dan Surabaya, Jawa Timur yang diduga melakukan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Bumi Cendrawasih. 

"Ormas manapun yang menganggu, provokatornya harus ditangkap. Siapapun yang melakukan bahasa apapun, Kapolri harus diperiksa dong, jangan dibiarkan."

Halaman
123
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved