Kerusuhan Manokwari

Insiden Persekusi di Surabaya Picu Kerusuhan Manokwari, Gubernur Jatim Minta Maaf ke Gubernur Papua

Aksi persekusi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, diduga jadi pemicu kerusuhan di Manokwari, Senin (19/8/2019).

Insiden Persekusi di Surabaya Picu Kerusuhan Manokwari, Gubernur Jatim Minta Maaf ke Gubernur Papua
Capture
Kerusuhan Kota Manokwari 

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi persekusi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, diduga jadi pemicu kerusuhan di Manokwari, Senin (19/8/2019).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun mengaku telah meminta maaf kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, terkait peristiwa itu.

Kerusuhan di Manokwari ini berujung pada pembakaran gedung DPRD Papua Barat, Senin (19/8/2019).

Baca: Pertumpahan Darah Pecah di Atas KM Mina Sejati, 7 ABK Jadi Korban Tewas, 13 ABK Pilih Lompat ke Laut

Baca: Denda Persebaya Capai Rp 775 Juta, Terbanyak di Liga 1 2019, Ini Daftar Kesalahan Bajul Ijo!

"Harus bedakan letupan bersifat personal dengan apa yang menjadi komiten Jatim," kata Khofifah dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal TNI Tito Karanvia sebagaimana ditayangkan di Kompas TV, Senin (19/8/2019).

Khofifah mengatakan, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sering berkomunikasi dengan mahasiswa Papua.

Bahkan, mahasiswa Papua sering diundang dalam setiap-setiap acara penting di Jawa Timur.

"Komunikasi kami sangat intensif. Masing-masing harus bangun satu komitmen untuk menjaga NKRU, Pancasila, dan merah putih," kata Khofifah.

Baca: Bendungan Raksasa Senilai Rp 2,8 Triliun di Merangin Mulai Digarap

Baca: Kesal Suami Tak Memberi Nafkah, Istri Siram Bensin dan Bakar Suami, Begini Kondisinya Kini!

Gubernur Jatim pun mengajak semuanya untuk bersama-sama saling menghormati dan menghargai.

Sebelumnya, kerusuhan pecah di Manokwari, Senin (19/8/2019), yang memicu pembakaran gedung DPRD Papua Barat.

Kerusuhan terjadi buntut dari aksi protes massa terhadap dugaan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur.

Halaman
123
Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved