Tribunners

Kemarau, Kekeringan dan Kabut Asap Karena Karhutla, Mari Kita Perbanyak Istighfar

Tanpa air semua tidak bisa hidup, tanah menjadi gersang, tumbuh-tumbuhan akan layu dan mati, hewan juga manusia.

Kemarau, Kekeringan dan Kabut Asap Karena Karhutla, Mari Kita Perbanyak Istighfar
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Sawah di Jambi yang kekeringan akibat kemarau 

Kemarau, Kekeringan dan Kabut Asap Karena Karhutla, Mari Kita Beristighfar

TRIBUNJAMBI.COM - “Aduuh.. Kapan kah turun hujan, air sumur sudah kering..!”. “Kenapa ya gak turun-turun

hujan ?”. Itulah beberapa unggahan status di facebook yang saya baca beberapa minggu

Memang akhir-akhir ini Kondisi kita sedang prihatin, bencana datang silih berganti, seakan tiada hentinya mengunjungi kita, kemarau panjang yang terjadi menyebabkan sebagian kita kesulitan air untuk dikonsumsi dan untuk keperluan sehari-hari.

Kemarau panjang juga diperparah dengan pembakaran lahan dan hutan.

Baca: Udara Kota Jambi Berasap, Ini Cara Membuat Alat Penjernih Udara Sederhana

Baca: Tayang di Bioskop - Sinopsis Film Makmum, Ketika yang Tak Kelihatan Ikut Salat

Baca: Viral Akar Bajakah Obat Kanker, Aiman Sampai Kewalahan, Ribuan Pertanyaan Warganet Dijawab Ini

Kebakaran hutan yang semakin meluas mengakibatkan kabut asap, ini berdampak timbulnya penyakit ISPA.

Sungguh kondisi yang memprihatinkan. Kita sangat butuh curahan hujan dari langit.

Tanpa air semua tidak bisa hidup, tanah menjadi gersang, tumbuh-tumbuhan akan layu dan mati, hewan juga manusia.

Semua butuh air. Mungkinkah bencana beruntun kekeringan, kebakaran lahan dan kabut asap ini terjadi adalah
petanda bahwa manusia sudah terlalu banyak dosanya ?

Ya. Tetapi tetap ada hikmah dibalik bencana.

Halaman
123
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved