Berita Kriminal Jambi

Terdakwa Pemalsu Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk Dihukum 6 Bulan Penjara

Terdakwa Pemalsu Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk Dihukum 6 Bulan Penjara

Terdakwa Pemalsu Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk Dihukum 6 Bulan Penjara
TRIBUNJAMBI/MUHAMMAD FERRY FADLY
Barang bukti pemalsuan KTP yang berhasil diungkap aparat Polresta Jambi. Terdakwa Pemalsu Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk Dihukum 6 Bulan Penjara 

Terdakwa Pemalsu Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk Dihukum 6 Bulan Penjara

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa pelaku pemalsuan dokumen kartu tanda penduduk (KTP) yang diringkus Polresta Jambi, beberapa waktu lalu, divonis 6 bulan penjara denda Rp 2 miliar dan subsidair 1 bulanKamis (8/8/2019) lalu.

“6 bulan penjara denda Rp 2 juta rupiah dan subsidair 1 bulan penjara,” kata Arfan Yani selaku ketua majelis hakim.

Sebelumnya diketahui Ariono membuat Kartu Keluarga dan KTP palsu lebih dari 20 lembar. Hal ini menurut pengakuannya, dilakukan karena bekerja sebagai marketing sebuah bank dan punya target unuk pencairan.

Baca: Hilang Sejak 2 Hari, Jenazah Siswa MTsN di Tebo Ditemukan Mengapung oleh Warga Jam 7 Pagi

Baca: BREAKING NEWS, Berenang ke Tengah, Seorang Pria Tenggelam di Sungai Batanghari

Baca: Siswanya Sedikit, Siap-siap Sekolah SMK Akan Dimerger, Berlaku Tahun 2020

Banyak nasabah dari terdakwa yang bermasalah dengan BI checking, maka terdakwa kemudian mengubah data nasabah yang asli menadi palsu sehingga nasabah terdakwa bisa melakuka pinjaman dengan KK dan KTP palsu yang dibuat.

Ariono mendapatkan uang 100 ribu untuk membuat KK dan KTP palsu.

Pada 2019 Ariono mengajukan pinjaman ke Sinarmas Finane dengan jaminan BPKB sepeda motor dan selanutnya menyerahkan persyaratan.

Namun pihak sinarmas tidak dapat memroses karena dataya tidak ada yang valid.

Lantas pihak sinarmas mengajak terdakwa ke dinas dukcapil untuk memverivikasi. Namun, sesampainya di sana diketahui ada pemalsuan maka langsung terdakwa ditangkap kepolisian.

Ariono dijerat dengan pasal 96 A UU tahun 2003 tentang perubahan undang-undang no 23 tahun 2006 tentang admistrasi kependudukan dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Baca: Galih Ginanjar Menderita di Penjara, Barbie Kumalasari Malah Berulah, Cium Teman Raffi Ahmad

Baca: Momentum Idul Adha, Gubernur Fachrori Bersilaturrahmi ke Kediaman Mantan Gubernur HBA

Baca: 9 Cara Menghilangkan Bau Daging Kambing, Selain Pakai Daun Pepaya dan Nenas, Cobain Pake Ini

Terdakwa Pemalsu Kartu Keluarga dan KTP Dihukum 6 Bulan Penjara (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved