Berita Jambi

115 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Muarojambi, 15 Lokasi Dalam Proses Pemadaman

115 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Muarojambi, 15 Lokasi Dalam Proses Pemadaman

115 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Muarojambi, 15 Lokasi Dalam Proses Pemadaman
IST
Lahan yang terbakar. 115 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Muarojambi, 15 Lokasi Dalam Proses Pemadaman 

115 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Muarojambi, 15 Lokasi Dalam Proses Pemadaman

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Muarojambi mencatat sejak Januari hingga Agustus 2019 tercatat 115 hektar hutan dan lahan telah terbakar.

Namun, luasan paling besar terjadi pada kebakaran musim lemarau saat ini.

"Kalau yang saat ini Masih di hitung karna harus di hitung betul saat ini masih kita hitung bersama," ujar Muzakkir, Kepala BPBD Muaro Jambi, saat dikonfirmasi Rabu (7/8/2019).

Baca: Banyak Areal Konsesi Perusahaan di Jambi Terbakar, KKI Warsi sebut Pemerintah Harus Cek Kepatuhan

Baca: Buat Posko Karhutla di Puskesmas, Dinkes Muarojambi Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Baca: VIDEO: Siaga Karhutla, Ratusan Prajurit TNI, Polri, BPBD Apel Gabungan di Lapangan Korem 042/Gapu

Bahkan memasuki musim kemarau saat ini, ada beberapa lokasi yang sudah 11 hari masih dalam proses pemadaman. Seperti di Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh.

"Yang masih terbakar sipin teluk duren, terbakar hampir 11 hari. Dia mati hidup, api padam hidup lagi, hidup mati kita usahakan tidak bertambah," tuturnya.

Ia juga menyebut saat ini di kabupaten Muaro Jambi ada sekitar 15 lokasi kebakaran. Beberapa diantaranya masih belum padam. Namun, sebagian telah padam hanya saja masih terus dipantau.

Lahan yang terbakar di Muarojambi
Lahan yang terbakar di Muarojambi (IST)

"Sebagian ada yang mati sebagaian proses pemadaman. Itu posisinya tidak bisa di tinggal karna bisa hidup mati. Kalau angin kencang bisa hidup lagi makanya tak bisa ditinggal," ujarnya.

Dari 15 lokasi kebakaran kata Muazakkir tersebar di beberapa daerah, yakni Sipin Teluk Duren, Sekernan, Jaluko, Kumpe Ilir serta Desa Niaso.

Sulitnya pemadaman api saat ini dikarenakan kondisi air yang tak memadai. Sehigga upaya pemadaman sering terkendala.

Baca: Diskon 40 Persen untuk Alat-alat Olahraga dan 20 Persen untuk Aksesoris Fitness, Cuma di Gramedia

Baca: Viral Foto Gubernur Bangka Belitung Selfie dengan Satpol PP yang Tertidur, Begini Nasib Anggota Itu

Baca: DPC PDIP Batanghari Kena Sanksi Saat Kongres PDIP V di Grand Inna Bali Beach Hotel Sanur Bali

Selain itu kapasitas mesin dan peralatan lainnya juga menjadi kendala pemadaman api terutama didaerah gambut.

"Kesulitan proses pemadaman air, kalau diburu air banyak-banyak 1 jam air habis. Jadi kita pelan-pelan disamping jangkauan proses pemadaman kita terkendala alat,"pungkasnya.

115 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Muarojambi, 15 Lokasi Dalam Proses Pemadaman (Dedy Nurdin/Tribun Jambi)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved