Berita Jambi

Banyak Areal Konsesi Perusahaan di Jambi Terbakar, KKI Warsi sebut Pemerintah Harus Cek Kepatuhan

Banyak Areal Konsesi Perusahaan Terbakar di Jambi, KKI Warsi sebut Pemerintah Harus Cek Kepatuhan

Banyak Areal Konsesi Perusahaan di Jambi Terbakar, KKI Warsi sebut Pemerintah Harus Cek Kepatuhan
IST
Lahan yang terbakar. Banyak Areal Konsesi Perusahaan Terbakar di Jambi, KKI Warsi sebut Pemerintah Harus Cek Kepatuhan 

Banyak Areal Konsesi Perusahaan Terbakar di Jambi, KKI Warsi sebut Pemerintah Harus Cek Kepatuhan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - KKI Warsi mendeteksi kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Provinsi Jambi, tidak hanya terjadi lahan masuarakat. Namun, di beberapa lokasi kebakaran justru terjadi di area konsesi sejumlah perusahaan.

Dalam peta sebaran kebakaran lahan yang di rilis pada Kamis (8/8/2019), lokasi kebakaran areal konsesi perusahaan hampir terjadi di sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi.

Baik itu perusahaan pemegang izin perkebunan sawit, hutan tanaman industri (HTI) maupun areal restorasi ekosistem.

Baca: Hotspot di Kabupaten Bungo Meningkat, Bupati Mashuri: Status Siaga Darurat Karhutla

Baca: Diskon 40 Persen untuk Alat-alat Olahraga dan 20 Persen untuk Aksesoris Fitness, Cuma di Gramedia

Baca: Viral Foto Gubernur Bangka Belitung Selfie dengan Satpol PP yang Tertidur, Begini Nasib Anggota Itu

Untuk areal penguasaan perusahaan perkebunana kelapa sawit berada di Muarojambi, kabupaten Batanghari, Merangin, Tebo dan Kabupaten Tanjab Barat.

Untuk kawasan konsesi perusahaan restorasi ekosistem yang terbakar terdeteksi di kabupaten Batanghari. Sementara areal konsisi perusahaan HTI terdapat di kabupaten Tebo dan Tanjab Barat.

Namun KKI Warsi enggan menyebutkan nama perusahan apa saja yang areal konsesinya terbakar pada musim kemarau ini.

Baca: Dari Tas yang Tertinggal di Rumah Korbannya, Akhirnya Polisi Berhasil Meringkus Pencuri Motor Ini

Baca: Begini Lafaz Doa Menyembelih Hewan Kurban saat Idul Adha, Si Penjagal Jangan Lupa Menghadap Kiblat

Baca: BREAKING NEWS, Jamilah Temukan Mayat Bayi yang Masih Ada Ari-arinya, di Pinggir Sungai Batanghari

Seperti di sampaikan Rudi Syaf, kebakaran di areal konsesi perusahaan harusnya tak terjadi jika perusahaan menuruti amanat undang-undang.

Pasca peraturan presiden dikeluarkan di tahun 2016, setiap perusahaan harus membuat sekat kanal dalam upaya rewetting (pembasahan). Terutama di areal gambut.

"Dalam aturannya rewetting ini tinggi muka air (TMA) 40cm. Kalau itu dilakukan maka pada musim kemarau harusnya tidak terbakar," kata Rudi Syaff.

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved