Lahan di Desa Olak Jong Terbakar Akibat Puntung Rokok, Mobil Warga Hampir Tersambar Api
Peristiwa kebakaran lahan kembali melanda Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari, Kamis (8/8) malam.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Teguh Suprayitno
Lahan di Desa Olak Jong Terbakar Akibat Putung Rokok, Mobil Warga Hampir Tersambar Api
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Peristiwa kebakaran lahan kembali melanda Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari, Kamis (8/8) malam. Kali ini terjadi di Desa Olak Jong diduga akibat puntung rokok.
Informasi yang dirangkum Tribunjambi.com, api membakar lahan kosong persis di pinggir jalan desa sekira pukul 20.30 WIB. Dari peristiwa tersebut sempat menjadi tontonan warga sekitar yang melintas. Bahkan, mobil milik warga hampir terkena sambaran api.
Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari, Samral Lubis membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
"Sepertinya masih dalam proses pemadaman. Saya belum terima laporan lengkapnya," ujarnya saat dikonfirmasi.
Hari ini, kata Samral, ada 8 titik api atau kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Batanghari. Yaitu 3 titik di Kecamatan Bathin XXIV, 4 titik di PT Reki dan 1 titik di Kecamatan Mersam.
Baca: Warga Desa Arang Arang Mulai Terpapar Asap Kebakaran Gambut
Baca: Nazir Foead: Instruksi Presiden Tak Boleh Ada Asap Menggangu Negara Tetangga
Baca: Fachrori Minta Satgas Karhutla Bekerja Preventif
Baca: Banyak Pengguna Narkoba, Pemkab Sarolangun Bangun Panti Rehabilitasi, Tampung 50 Pasien
Baca: Hewan Kurban, Pemkot Jambi Temukan Sapi dan Kambing Cacat dan Penyakitan
Baca: Air Sungai Batanghari Surut, Produski Ikan Keramba di Jambi Merosot
"Tim melakukan mobilisasi secara terus menerus ketika ada peristiwa dari satu titik ke titik lainnya. Seperti peristiwa di Simpang Karmeo langsung ke Olak Jong. Di Simpang Rantau Gedang sudah selesai pasukan bergeser ke Batin XXIV," katanya.
Ia menyebutkan, kebakaran lahan di PT REKI merupakan yang dirambah dari arah Palembang dan Sarolangun. Menurutnya, akses ke sana cukup sulit untuk dijangkau menggunakan armada.
"Lewat Sarolangun tidak ada jalan, lewat Bungku juga tidak ada jalan. Satu satunya lewat Banyu Asin," ujarnya.
Alhasil, petugas harus menempuh jalur melalui Paninggalan, Kabupaten Banyu Asin melalui jalur darat ke lokasi yang memakan waktu sekitar 6 jam.
"PT Reki tinggal pendinginan karena jarak jauh tidak bisa ngejar. Petugas istirahat dulu," tambahnya.
Ia juga meminta bantuan kepada masyarakat setempat untuk ikut membantu petugas jika melihat ada titik api.
"Di mohon bantuan masyarakat untuk mencegah agar tidak meluas dan mohon polsek mengamankan yang melakukam pembakaran lahan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08082018_kebakaran-lahan-di-batanghari.jpg)