Air Sungai Batanghari Surut, Produski Ikan Keramba di Jambi Merosot

Musim kemarau yang terjadi belakangan ini mulai berdampak diberbagai sektor, salah satunya pada produksi keramba ikan di Provinsi Jambi.

Air Sungai Batanghari Surut, Produski Ikan Keramba di Jambi Merosot
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi Tema Wisman. 

Air Sungai Batanghari Surut, Produski Ikan Keramba di Jambi Merosot

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Musim kemarau yang terjadi belakangan ini mulai berdampak diberbagai sektor, salah satunya pada produksi keramba ikan di Provinsi Jambi. Hal ini dikarenakan surutnya perairan Sungai Batanghari yang mencapai 30 persen.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi Tema Wisman saat dikonfirmasi mengatakan, saat kemarau ini hasil dari keramba jaring apung para pembudidaya ikan mengalami pengurangan isi mencapai 40 persen.

"Ini untuk menjaga stabilitas oksigen. Biasanya isi keramba 1000 ikan, sekarang hanya menjadi 600 ikan. Sama halnya dengan kolam ikan patin yang hasil produksinya juga menurun 30 persen dari biasanya," sampainya.

Oleh karenanya, antisipasi terhadap hal tersebut para petani budidaya ikan mengurangi tebar benih produksi dikerambanya. "Para petani ikan akhirnya tidak berani untuk mengisi kerambanya. Dikarenakan sumber air sudah keruh," kata Tema.

Baca: Panitia Kurban Dimbau Tak Gunakan Kantong Plastik, Pemkot Jambi Ganti Besek Bambu

Baca: Jelang Idul Adha, Disnakan Bungo Waspadai Penyakit Hewan Kurban Makan Sampah

Baca: 11 Tahun PLN di Tungkal Harapan Tak Punya Tiang Listrik, Warga Khawatir Instalasi Semrawut

Baca: Berpotensi Konflik, Kesbangpol Jambi Dorong Penguatan Timdu Penanganan Konflik di Kabupaten Kota

Baca: Setahun Numpang Tinggal, Husni Jutsru Gasak Dompet Pemilik Rumah

Sedangkan dampak lain dari kemarau, menurutnya, secara otomatis munculnya bakteri yang apabila airnya terkena kulit manusia pasti akan terasa gatal. Bakteri itu juga tentunya menjadi virus di tubuh ikan.

"Dampak lain terjadinya penyakit. Tim saya kesehatan lingkungan sudah kelapangan bekerjasama dengan balai karantina ikan," tuturnya.

Selanjutnya, terkait laporan adanya ikan-ikan yang mati sendiri, Tema mengaku itu pasti ada. "Sudah pasti sekitar 15-20 persen hampir terjadinya kematian ikan. Ini disebabkan perairan Sungai Batanghari yang keruh tadi," tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved