Berpotensi Konflik, Kesbangpol Jambi Dorong Penguatan Timdu Penanganan Konflik di Kabupaten Kota

Guna mencegah terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat, Pemerintah Provinsi Jambi dorong penguatan tim terpadu penanganan konflik sosial.

Berpotensi Konflik, Kesbangpol Jambi Dorong Penguatan Timdu Penanganan Konflik di Kabupaten Kota
Tribunjambi/zulkifli
Kepala Bidang Penanganan Konflik Sosial Provinsi Jambi Sigit Eko Yuwono. 

Berpotensi Konflik, Kesbangpol Jambi Dorong Penguatan Timdu Penanganan Konflik di Kabupaten Kota

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Guna mencegah terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Kesbangpol dorong penguatan tim terpadu penanganan konflik sosial di kabupaten kota.

Hal itu disebabkan, potensi munculnya konflik sosial di Provinsi Jambi masih cukup tinggi.

Kepala Bidang Penanganan Konflik Sosial Provinsi Jambi Sigit Eko Yuwono mengatakan, di Provinsi Jambi beberapa potensi-potensi yang bisa memunculkan konflik sosial diantaranya sumber daya alam, baik perkebunan maupun perhutanan, termasuk pertambangan.

"Penanganan konflik di beberapa daerah Timdunya cukup bagus. Artinya jalan. Dan Provinsi mensupervisi, karena jika konflik itu terjadi di satu wilayah kabupaten kota maka ditangani Timdu Kabupaten. Kecuali konfliknya melibatkan dua wilayah Kabupaten baru diambil alih Provinsi atau Timdu Kabupaten tidak bisa menangani," jalas Sigit, Kamis (8/8).

Baca: Setahun Numpang Tinggal, Husni Jutsru Gasak Dompet Pemilik Rumah

Baca: Nazir Foead: Instruksi Presiden Tak Boleh Ada Asap Menggangu Negara Tetangga

Baca: Warga Desa Arang Arang Mulai Terpapar Asap Kebakaran Gambut

Baca: 6 Tahun Waterboom Muara Bulian Terbengkalai, SKPD Saling Lempar Tanggung jawab Aset Rp 24 Miliar

Baca: VIDEO: Mau Merampingkan Perut Buncit Karena Obesitas, Cukup Konsumsi Ini Rutin Sebelum Tidur

Kendati demikian, Sigit menyayangkan masih ada Timdu di daerah yang belum disupport secara optimal penganggaran dari Pemerintah Kabupaten Kotanya.

Padahal, menurut Sigit, sudah ada pedoman penyusunan APBD dan surat edaran dari Kemendagri yang menekankan perlunya penguatan Timdu FKDM, dan tim kewaspadaan dini di daerah.

"Tadi yang menyampaikan minim itu dari Bungo dan Tebo. Alasanya belum tahu mungkin kebijakan masing-masing daerah. Nanti akan tindak lanjuti dan komunikasikan kepada Kepala Daerah atau TAPD daerah masing-masing," ujarnya.

Pada kesempatan Rakor Timdu penanganan Konflik sosial hari ini Juga, Kesbangpol Provinsi Jambi melakukan evaluasi pelaksanaan rencana aksi Timdu masing-masing daerah tahun 2018.

"Dan tadi kita sudah sampaikan penghargaan pada tiga peringkat terbaik yakni Kabupaten Batanghari, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved