Hewan Kurban, Pemkot Jambi Temukan Sapi dan Kambing Cacat dan Penyakitan

Setelah dilakukan pemeriksaan selama tiga hari berturut-turut, petugas menemukan 6 ekor hewan kurban yang dinyatakan tidak layak.

Hewan Kurban, Pemkot Jambi Temukan Sapi dan Kambing Cacat dan Penyakitan
Tribunjambi/Rohmayana
Hewan kurban di Kota Jambi. 

Hewan Kurban, Pemkot Jambi Temukan Sapi dan Kambing Cacat dan Penyakitan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Setelah dilakukan pemeriksaan selama tiga hari berturut-turut, petugas menemukan 6 ekor hewan kurban yang dinyatakan tidak layak. Hal itu dikarenakan ada cacat fisik.

“Hingga hari ini sudah 1.200 kambing yang kita periksa, 2.000 ternak sapi, dan 164 kerbau,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Damiri Kamis (8/8).

Kata Damiri, diperkirakan tahun ini kebutuhan hewan ternak untuk sapi sekitar 1.800 ekor, kambing 125 kerbau, 1150 ternak kambing. “Mudah-mudahan tidak ada kendala, karena sudah diperiksa oleh petugas,” katanya.

Dari enam ekor tersebut, 4 diantaranya merupakan ternak kambing, dan 2 ekor sapi. Beberapa ternak tersebut setelah diperiksa ada yang mengidap penyakit mata, patah kaki, scabies. “Kita minta kepada pemiliknya untuk dilakukan rehab dulu sampai sehat,” katanya.

Baca: Panitia Kurban Dimbau Tak Gunakan Kantong Plastik, Pemkot Jambi Ganti Besek Bambu

Baca: Jelang Idul Adha, Disnakan Bungo Waspadai Penyakit Hewan Kurban Makan Sampah

Baca: Air Sungai Batanghari Surut, Produski Ikan Keramba di Jambi Merosot

Baca: 11 Tahun PLN di Tungkal Harapan Tak Punya Tiang Listrik, Warga Khawatir Instalasi Semrawut

Baca: Warga Desa Arang Arang Mulai Terpapar Asap Kebakaran Gambut

Hewan yang dinyatakan tak layak lantaran tak memenuhi kriteria dan syarat untuk disembelih sebagai hewan kurban. Dia meminta masyarakat untuk tidak membeli hewan kurban yang tak layak dan memperhatikan syarat membeli hewan kurban.

"Kami minta masyarakat untuk memperhatikan kelayakan hewan kurban yang akan dibeli. Mulai umur hingga melihat cacatnya," jelasnya.

Damiri mengatakan, masyarakat dapat membeli hewan kurban yang sudah diberi label sehat oleh petugas. “Kalau belum ada label sehat kita sarankan untuk tidak beli, sebab kita belum tahu sehat atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Indra Suardi, salah satu penjual ternak di Kota Jambi mengatakan, pihaknya tetap menyediakan stok jelang dan pascalebaran kurban tahun ini.

Meski demikian, tahun ini pemesanan lebih sedikit menurun dari tahun sebelumnya, mengingat daya beli masyarakat ikut menurun serta banyaknya orang ikut berkurban. Begitupun banyak lembaga kemanusiaan juga membuka layanan hewan kurban. Selain itu juga berdekatan dengan masuknya tahun ajaran baru.

"Kami tetap menyediakan stok. Tentu ada peningkatan signifikan di hari biasanya. Kita masih ada stok 50 ekor lagi yang belum kita ambil dari peternak," pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved