Rehab Eks Rest Area, Dinas PUPR Sarolangun Anggarkan Rp 1 Miliar

Anggaran rencana pembangunan panti rehabilitasi narkoba di lokasi eks Rest Area Sarolangun, Kecamatan Bathin VIII mulai terungkap.

Rehab Eks Rest Area, Dinas PUPR Sarolangun Anggarkan Rp 1 Miliar
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Eks rest area Sarolangun direnovasi menjadi pantirehap narkoba. Dinas PUPR Sarolangun menganggarkan Rp 1 miliar. 

Rehab Eks Rest Area, Dinas PUPR Sarolangun Anggarkan Rp 1 Miliar

TRIBUNJAMBI.COM,SAROLANGUN - Anggaran rencana pembangunan panti rehabilitasi narkoba di lokasi eks eks rest area Sarolangun, Kecamatan Bathin VIII mulai terungkap.

Dinas PUPR Sarolangun sudah menyiapkan anggaran rehab gedung eks rest area tersebut pada anggaran APBD-Perubahan tahun 2019.

Kadis PUPR Ibnu Ziyadi, mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan ini sebesar Rp 1 Miliar. Jumlah tersebut untuk melakukan rehab sejumlah interior ruangan pada bangunan eks rest area tersebut, termasuk didalamnya anggaran untuk pengawasan.

"Kita anggarkan APBD-P ini sebesar Rp 1 miliar, itu sudah sama dengan pengawasan juga disitu," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah membentuk tim dalam melakukan proses perencanaan rehab bangunan tersebut dengan turun ke lapangan. Setelah itu melakukan survei serta studi banding untuk melihat kebutuhan ruang seperti apa yang akan dibangun pada panti rehabilitasi Narkoba tersebut.

Baca: Amalkan Tridharma Perguruan Tinggi, 2.288 Mahasiswa UIN STS Jambi KKN di 5 Kabupaten

Baca: Jelang HUT RI, 50 Paskibra Kota Jambi Mulai Digembleng TNI/Polri

Baca: Tasyakuran Kota Jambi Sebagai Kota Layak Anak, Maulana Sosialisakan Pentingnya ASI

Baca: Dorong Ekonomi dan Wisata Lokal, 150 Pemuda Sarolangun akan Dilatih Wirausaha

Baca: Bungkus Makanan Jatuh dari Jok Motor, Dua Warga Nipah Panjang Dibekuk Polisi, Akui dari Lapas

Ziady juga menyebutkan setelah anggaran APBD-Perubahan ketok palu di DPRD Sarolangun, pihaknya akan segera melakukan proses lelang. Dengan harapan, hingga akhir tahun pembangunan panti rehabilitasi ini sudah terealisasi dan awal tahun 2020 sudah bisa diresmikan dan menerima pasien rehab narkoba.

"Mudah-mudahan wacana pak bupati di awal Januari 2020 untuk meresmikan itu Insyaallah dari sisi kesiapan infrastruktur fisik bisa kita lakukan," katanya.

Mengenai desain panti rehabilitasi Narkoba ini, ia mengatakan bahwa pihaknya hanya menyesuaikan kondisi bangunan eks rest area dengan merehab interior dan fasilitas yang diperlukan.

Namun, jika memang pembangunan dari awal tentu akan didesain seperti tempat studi banding yang dituju oleh Pemkab Sarolangun.

"Kita ini kan merubah fungsi bangunan, sehingga kita menyesuaikan kapasitas bangunan yang sudah ada dengan kebutuhan yang akan kita buat. Prinsipnya kemarin kita lihat dari bagian prosesnya, begitu orang datang mau direhab dimulai dari mana dulu. Sebenarnya rest area kita lumayan luas, tapi dengan waktu dan anggaran terbatas, jadi berapa dapatnya dulu, ke depan baru kita rencanakan pengembangan lebih lanjut," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved