PETI Masih Beroperasi di Sarolangun, Pelaku Diduga Punya Senpi

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dibeberapa wilayah Kabupaten Sarolangun masih beroperasi hingga saat ini.

PETI Masih Beroperasi di Sarolangun, Pelaku Diduga Punya Senpi
IST
Aktivitas PETI di Sarolangun. 

PETI Masih Beroperasi di Sarolangun, Pelaku Diduga Punya Senpi

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dibeberapa wilayah Kabupaten Sarolangun masih beroperasi hingga saat ini.

Aktivitas PETI di Sarolangun tersebar di Kecamatan Limun, Cermin Nan Gedang (CNG), Bathin VIII, dan Batang Asai.

Aktivitas penambangan ilegal tidak hanya dilakukan di darat, tetapi juga di wilayah sungai menggunakan rakit. "Rakit ada di Batangasai," kata Sohan, kabid pengawasan dan pengendalian lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sarolangun, Jumat (2/8).

Kata Sohan, aktivitas PETI dipastikan berpotensi kerusakan alam dan lingkungan sangat besar. Terutama pada aliran sungai yang ada di wilayah tersebut.

"Berpotensi kerusakan alam sangat besar, yang jelas secara kasat mata air sudah tercemar dengan kekeruhannya," katanya.

Baca: Anggota Polsekta Muara Bungo Meninggal Saat Tangkap Pelaku Pencurian, Begini Kejadian Sebenarnya

Baca: Jajaran Polres Tanjab Barat Kembali Disegarkan, Berikut Nama Pejabat Baru dan Posisinya

Baca: Mahasiswa Unbari Berhasil Kibarkan Bendera di Puncak Mahameru 3.676 Meter Tertinggi di Pulau Jawa

Baca: Satgas Nemangkawi Amankan 600 Butir Amunisi Yang Dipasok Untuk KKSB Papua, Tiga Pelaku Ditangkap

Baca: VIDEO: Agung Hercules Meninggal Dunia, Setelah Berjuang Lawan Kanker Otak Stadium 4

Tidak habis di situ, kegiatan tersebut sampai masuk ke hutan lindung bahkan mendekati hutan adat. "Hutan adat kena garap, ada di Limun," katanya.

Menurutnya, penggarap PETI itu di Sarolangun dominan orang pendatang dari luar daerah seperti Jawa dan Sumatera Selatan.

Untuk melancarkan aktivitas itu, kata Sohan para pelaku penambangan ada yang menggunakan senjata api rakitan untuk melindungi diri mereka.

"Mereka tidak ada izin kegiatan, sedangkan mereka melakukan kegiatan itu, pasti mereka menggunakan senjata untuk melindungi orang penambang ini," katanya.

"Itupun bukan dari aparat dan bukan warga asli, Informasinya dari wilayah Sumsel (Sumatera Selatan)," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved