Penangkapan SMB Jambi

Pengeroyokan TNI di Jambi dan Perusakan Mes PT WKS Total 59 Anggota SMB Ditetapkan Jadi Tersangka

Polda Jambi kembali menetapkan sebanyak 18 orang anggota Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang ditangkap

Pengeroyokan TNI di Jambi dan Perusakan Mes PT WKS Total 59 Anggota SMB Ditetapkan Jadi Tersangka
TRIBUN JAMBI/ALDINO
Dari Kiri, Kajati Jambi, Kabinda, Danrem 042/Gapu, Kapolda Jambi, Gubernur Jambi, Pangdam II Sriwijaya saat memperlihatkan barnag bukti penangkapan Muslim Cs, Jumat (19/7/2019) 

Ia menghimbau kepada para anggota yang masih berada di lokasi untuk segera pulang dan tidak lagi melakukan tindakan kekerasan dan penjarahan serta perusakan.

Sudah Ada Upaya Mediasi Sejak 1,5 tahun yang Lalu

Di Jakarta, Mabes Polri turut memberikan keterangan kepada media mengenai kasus ini.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra menjelaskan, peristiwa ini berawal dari penyalahgunaan pengelolaan lahan milik PT Wira Karya Sakti (WKS) oleh Muslim Cs.

Klaimnya sudah hampir 1.000 orang yang menguasai di daerah itu.

Sebelum aksi-aksi perusakan, penjarahan, dan penganiayaan oleh Muslim Cs Pemprov Jambi beserta unsur Forkopimda yang tergabung dalam Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial sudah berupaya menyelesaikannya.

Tim sejak 1,5 tahun yang lalu melakukan upaya mediasi dan dialog dengan kelompok SMB.

Video Muslim Cs dari SMB yang Keroyok Anggota TNI di WKS Jambi Ditangkap, 45 Orang & Puluhan Sajam Disita
Video Muslim Cs dari SMB yang Keroyok Anggota TNI di WKS Jambi Ditangkap, 45 Orang & Puluhan Sajam Disita (Kolase)

Dialog dilakukan untuk mencari solusi terhadap konflik yang terjadi antara SMB dengan pihak PT WKS. Namun, Muslim memilih menghindar dari dialog.

Dari 26 kali undangan rapat terbuka, Muslim Cs hanya sekali hadir.

Catatan kepolisian, setidaknya ada 14 laporan yang masuk di tiga polres, yakni Polres Tanjab Barat, Batanghari dan Tebo, mengenai aktivitas Muslim Cs.

Dari 14 laporan, 9 di antaranya merupakan tindakan kriminal.

Nama-nama 41 Anggota SMB yang Jadi tersangka, Termasuk Istri Muslim

Saat ini penyidik Ditreskrimum Polda Jambi telah menetapkan 41 orang sebagai tersangka dalam kasus yang terjadi di Distrik VIII Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi pada 13 Juli lalu.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS melalui Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol M Edi Faryadi mengatakan, setelah tim gabungan berhasil mengamankan 45 orang dari Kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) sebagai pelaku tindak kejahatan terhadap tim Satgas Karhutla Jambi.

Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengapresiasi langkah TNI-Polri dalam menangani kasus SMB
Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengapresiasi langkah TNI-Polri dalam menangani kasus SMB (Tribunjambi/Zulkifli)

"Hasil penyidikan terhadap mereka para pelaku yang telah dilakukan penyidikan dan telah memenuhi unsur untuk ditahan sebagai tersangka ada sebanyak 41 orang," jelasnya.

Ke-41 orang tersangka itu terdiri atas 40 orang laki-laki yang semuanya dilakukan penahanan dan seorang perempuan juga ditahan sedangkan sisanya ada empat orang lagi dari 45 yang diamankan itu statusnya sebagai saksi dan tidak ditahan.

"Seorang tersangka perempuan bernama Deli Fitri merupakan istri dari Muslim pimpinan kelompok SMB ditahan oleh penyidik Kepolisian daerah Jambi dengan menggunakan Laporan Polisi (LP) Polres Batanghari," kata M Edi Faryadi.

Dalam kasus ini ke-41 orang tersangka tersebut dikenakan atau diterapkan pasal 170 KHUPidana, pasal 363 KHUPidana dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.

Berikut ini nama nama tersangka laki-laki yang di tahan adalah 1. Muslim pimpinan kelompok SMB, 2. Agus Riyadi, 3. Sugiyo alias Pak De Alias Pak Giyo, 4. Andi Pratana, 5. Ruben, 6. Fitriyadi, 7. Juki, 8.Tomi, 9. Suratno, 10. Juprianto, 11. Dapit, 12. Munir, 13. Bangun Pangastuti, 14.Betilas, 15. Jemaon Wanto, 16. Febriyanto, 17. Eko, 18. Misdi, 19. Johanes, 20. Rohali gincaso, 21. Sodirin, 22. Sukur, 23. Sofie Alias Mudung, 24. Wiwin, 25. Suwarno.

Kemudian ke-26 Sardi, 27. Rusdi, 28. Darjo, 29. Rizki, 30. Ngadinin, 31. Deni Oktara, 32. Sumi, 33. Irfan, 34. Fitunda, 35. Ninting, 36. Jamiludin, 37. Danres S, 38. Kewat, 39. Fauzan dan 40. Bujang Pulih, kata Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol M Edi Faryadi.

 

Sementara itu barang bukti yang diamankan oleh kepolisian dalam kasus ini dalah dua unit sepeda motor, tiga pucuk bambu runcing, sepuluh pucuk senpi rakitan, 49 (empat puluh sembilan) pucuk senjata tajam, empat buah peluru tajam, satu buah peluru tajam di dalam senpi, dua unit HT, satu unit laptop dan satu helai baju dalam TNI AD.

Kasus ini akan terus kembangkan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jambi untuk menjerat pelaku lainnya yang memang masih ada berkeliaran di dalam hutan atau basecamp kelompok SMB di Distrik VIII Desa Bukit Bakar, Kecamatan Renah Mandaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kasus ini merupakan akumulasi dari 14 kasus atau laporan kepolisian yang dilakukan oleh kelompok SMB yang diterima kepolisian setempat dan puncaknya ketika SMB melakukan pencegatan, menganiayaan, perusakan dan pencurian terhadap tim Satgas Karhutla Jambi yang memang ditugaskan untuk melakukan pemadaman api yang terjadi di kawasan Distrik VIII pada 13 Juli lalu.

Muslim dari SMB pernah berfoto bareng Kapolda Jambi
Muslim dari SMB pernah berfoto bareng Kapolda Jambi (ist)

Muslim Pernah Foto Bareng Kapolda Jambi

Satu di antaranya foto yang viral yakni foto Kapolda Jambi bersama Muslim.

Pada foto itu, mereka berfoto dengan posisi Kapolda Irjen Pol Muchlis AS berada di tengah.

Muslim berada di sisi kiri Kapolda Jambi.

Muslim SMB mengenakan pakaian safari warna hitam.

Foto ini sempat diunggah di sebuah akun instagram disertai keterangan foto.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi meluruskan foto tersebut.

Ia mengakui bahwa foto tersebut benar.

"Itu 2018 silam, kapolda datang ke Batanghari untuk mengusut permasalah lahan teresebut dan di sana kapolda diajak foto dengan Muslim," ungkapnya. (Tribunjambi.com)

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved