Pencuri Motor yang Menyerahkan Diri itu Divonis 1 Tahun

Nanda divonis 1 tahun karena mencuri sepeda motor di RSUD Raden Mattaher. Vonis dijatuhkan pada Kamis (11/7).

Istimewa
Pencuri Motor 

Pencuri Motor yang Menyerahkan Diri itu Divonis 1 Tahun

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nanda divonis 1 tahun karena mencuri sepeda motor di RSUD Raden Mattaher. Vonis dijatuhkan pada Kamis (11/7).

“Menerima atau pikir-pikir?” tanya Yandri Roni selaku ketua majelis hakim.

“Terima yang mulia,” kata Nanda pelan.

Nanda diketahui sempat mengembalikan motor dan menyerahkan diri pada kepolisian karena merasa bersalah. Motor yang dicurinya dari parkiran RSUD Raden Mattaher sempat digunakan beberapa hari.

Nanda bingung dengan apa yang dipikirkannya sampai mau mencuri motor orang April lalu di Rumah Sakit Raden Mattaher. Padahal dia baru mengantar istrinya yang keguguran karena kelelahan, hari itu juga.

“Saya coba masukkan kuncinya di motor sebelah saya. Ternyata masuk, langsung saya bawa saja,” kata Nanda di hadapan Yandri Roni selaku ketua majelis hakim di Pengadilan Negeri Jambi, pada Selasa (18/6).

Baca: Program Khusus KKB BCA, Kesempatan untuk Miliki Mobil Impian

Baca: TMMD ke 105, Kodim 0415 Batanghari akan Bangun Jalan 3 Km di Desa Ladang Peris

Baca: Penyelundupan Baby Lobster, Warga Tiongkok Menangis Dengar Vonis 1 Tahun 3 Bulan

Baca: Bupati Batanghari Buka Acara TMMD ke-105 di Desa Ladang Peris

Baca: Lebih Separuh Lubuk Larangan di Jambi Ada di Bungo, Segini Jumlahnya

Motor matic itu pun dibawa Nanda pulang ke rumah. Selama tiga bulan motor itu dibawanya, dia mengubah tampakkan luar motor itu. Namun, ada perasaan bersalah dalam dirinya dan memutuskan menyerahkan diri.

“Dari mana kamu dapat hidayah untuk menyerahkan diri? Mengapa?” tanya ketua majelis hakim.

Nanda diam saja menunduk. Dia mengaku menyesali perbuatannya meski sudah menggunakan rompi orange. Perasaan bersalah itu membesar dan membuatnya datang ke kantor polisi dan menyerahkan diri. Sedangkan sang istri mengurus perdamaian dengan pemilik motor.

Yandri Roni kemudian bertanya pada Sabri, saksi korban pemilik motor dan tiga saksi lain terkait karcis parkir. Namun, karcis parkir ternyata hilang dan seingat saksi ditaruh di dalam tas. Menurut Yandri itu satu kelalaian pemilik motor. Namun, terdakwa tetap diproses hukum.

Dalam kasus pencurian motor di halaman parkir Rumah Sakit Raden Mattaher saksi korban tidak dapat menunjukkan karcis parkir. Menurut hakim jika karcis parkir ada saksi juga bisa menuntut pengelola parkir, pada Selasa (18/6) di Pengadilan Negeri Jambi.

“Kalau tidak ada karcis mana bisa keluar motor, kan harus ada stnk dan sebagainya,” kata Yandri Roni selaku ketua majelis hakim.

Yandri Roni kemudian bertanya pada Sabri yang memiliki motor dan tiga saksi lain terkait karcis parkir. Namun, karcis parkir ternyata hilang dan seingat saksi ditaruh di dalam tas. Menurut Yandri itu satu kelalaian pemilik motor.

Baca: Jadwal & Harga Tiket On The Spot Indonesia Open 2019, Tanding Mulai Selasa 16 Juli 2019

Baca: Selain Puluhan STNK, Ada Dugaan Unsur Pornografi pada Konten Youtube Rey Utami & Pablo Benua

Baca: Tiang Listrik Patah Diseruduk Truk Batubara, Listrik di Sejinjang Padam

Baca: LIMA Fakta Kisah Kelam Jackie Chan di Buku Terbarunya, Doyan Mabuk hingga Bercinta dengan No 9

“Kalau karcisnya ada, anda bisa menuntut pengelola parkir itu. Karena tanpa karcis motor tidak akan bisa keluar,” kata Yandri.

Meski pun begitu saksi berdalih bahwa sistem parkirnya sering rusak. Namun, selama tidak ada bukti karcis itu dapat disebut kelalaian, tegas Yandri. Meski pun itu kelalaian terdakwa tetap mejalani proses hukum.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved