Hati-Hati, Thoriq Diduga Tewas Akibat Kelelahan, Perhatikan 3 Hal Ini Saat Mendaki Gunung, Penting!
Salah satu hal yang perlu diwaspadai oleh para pendaki adalah berisiko terserang berbagai penyakit yang mematikan.
Hipotermia bisa terjadi pada keadaan basah dan berangin di tempat yang dingin, ditandai dengan suhu tubuh yang menurun, rasa lelah, sulit bicara, dan pikiran yang tidak terkendali.
Pertolongan pertama yang harus dilakukan yaitu mencoba membuat badan hangat kembali misalnya dengan ganti pakaian basah dengan yang kering atau pakai beberapa lapis baju untuk menghangatkan.
Lalu istirahat dalam kantong tidur (sleping bag) untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh.
Juga beri makanan dan minuman hangat agar suhu tubuh cepat kembali.
3. Heat stroke
Heat stroke merupakan kebalikan dari hipotermia, yaitu disebabkan oleh suhu yang tinggi sehingga tubuh kekurangan cairan.
Meski biasanya terjadi di tempat yang panas dalam waktu yang lama, penyakit ini bisa juga menyerang saat kita mendaki gunung.
Sama halnya dengan berolahraga mendaki gunung juga pasti mengeluarkan keringat.
Ketika tubuh tidak diimbangi cairan yang memadai saat mendaki tentu bisa memicu terjadinya heat stroke.
Pertanda terkena penyakit ini umumnya didahului dengan dehidrasi.
Suhu tubuh yang meningkat tidak terkendali, keringat berkurang, sangat haus, sesak nafas, sakit kepala, sampai tidak sadarkan diri.
Umumnya didahului dengan dehidrasi.
Pertolongan pertama yang bisa dilakukan ialah membawa korban ke tempat teduh, lindungi dari panas matahari, dinginkan kepala korban dengan kompres air dingin, dan beri minum air putih.
Artikel ini tayang di Grid.id