EMPAT Jenderal TNI dengan Pengalaman Tempur Kopassus, No 1 Sukses Bebaskan Sandera Woyla

TRIBUNJAMBI.COM - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat punya sejarah panjang dalam

EMPAT Jenderal TNI dengan Pengalaman Tempur Kopassus, No 1 Sukses Bebaskan Sandera Woyla
Kolase/TribunJambi.com
Kopassus dan Benny Moerdani 

Kala itu, pasukan yang diterjunkan adalah pasukan Grup 1 Koppasandha. Operasi tersebut di bawah komando Kepala Pusat Intelijen Strategis, Letjen Benny Moerdani.

Baca: Rosa Meldianti Ngotot Ingin Masukkan Dewi Perssik ke Penjara, Dipicu karena Hina Orang Tua

Baca: Live Streaming Persija vs Persib Bandung Laga Bigmatch di Liga 1 2019, Siaran Langsung Indosiar

Baca: Kenapa Raffi Ahmad Enggan Cerita Dengan Nagita Slavina, Malah Pilih Ferdian: Rafathar Maafin Papa

Adapun Letkol Infanteri Sintong Panjaitan ditunjuk menjadi pemimpin operasi di lapangan.

Pada Selasa (31/3/1981) sekitar pukul 02.30 WIB, pasukan Kopassus mulai bergerak setelah mendapat persetujuan dari pemerintah Thailand.

Sekitar pukul 02.00, tim bergerak mendekati pesawat dengan menaiki mobil VW Kombi. Berjarak sekitar 500 meter dari ekor pesawat, para pasukan pun mulai berjalan kaki. Saat itulah Benny Moerdani menyusup ke barisan tim Ahmad Kirang.

Penampilannya berbeda dari yang lain. Benny Moerdani memakai jaket hitam dan menenteng pistol mitraliur.

Letkol Infanteri Sintong Panjaitan yang menjadi pemimpin operasi lapangan menjelaskan bahwa kehadiran Benny itu di luar skenario.

"Ini di luar skenario," ujarnya dalam buku 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando.' Namun pada akhirnya Sintong membiarkan Benny Moerdani untuk tetap dalam pasukan.

Baca: Dua Pria Ditahan Kades di Lampung, akhirnya 20 Brimob Harus Turun Tangan untuk Bebaskan

Baca: Idola Sutopo Purwo, Raisa, Sampai Dua Kali Ungkap Duka Setelah Menerima Kabar

Baca: VIDEO: Detik-detik Evakuasi Jenazah Thoriq dari Puncak Gunung Piramid, Kemiringan Hampir 80 Drajat

Setelah pesawat berhasil dikuasai pasukan Kopassus, Benny Moerdani lagi-lagi melakukan aksi tak terduga.

Benny Moerdani tiba-tiba masuk ke pesawat sambil menenteng pistol bersama Kolonel Teddy.

Ia menuju kokpit dan menyuruh Teddy untuk memeriksa panel elektronik Woyla.

Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved