Begini Penjelasan Arkeolog Soal Makna Kubur Tempayan di Masa Neolitikum
Agus Sudaryadi seorang arkeolog mengatakan, hasil penelitan pada situs serupa sebelumnya kubur tempayan merupakan pemakaman sekunder
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Teguh Suprayitno
Begini Penjelasan Arkeolog Soal Makna Kubur Tempayan di Masa Neolitikum
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ketua Kelompok Kerja Perlindungan BPCB Jambi, Agus Sudaryadi yang juga arkeolog mengatakan, hasil penelitan pada situs serupa sebelumnya, kubur tempayan merupakan pemakaman sekunder. Yakni orang di masa itu menggunakan tempayan sebagai alat penguburan.
Jenazah keluarga yang sudah meninggal dibiarkan lebih dahulu hingga menjadi tulang-belulang. Tulang - belulang anggota keluarga ini lah yang kemudian di masukkan kedalam tempayan lalu dikubur.
Tulang belulang tempayan ini dikubur bersama benda atau alat yang sering digunakan orang meninggal semasa hidupnya.
Dari benda logam yang ditemukan di kubur tempayan di Panca Mulya, Sugai Bahar ada kemungkinan masyarakat pada masa itu hidup berburu dan meramu.
Baca: Kubur Tempayan di Sungai Bahar Diyakini Peninggalan Sebelum Budha di Sumatera
Baca: Kubur Tempayan Ditemukan di Sungai Bahar, Muarojambi
Baca: Ribuan Ikan Mati di Embung Penyengat Olak, Dinas Perikanan Uji Sampel Air Gambut
Baca: Dianggap Sebagai Provokator, Tujuh Mahasiswa Unaja Terancam Skorsing
Baca: INFO PENTING, Besok PLN Jambi akan Lakukan Pemadaman
Kondisi tempayan yang digunakan untuk penguburan juga menunjukkan kasta dalam kelompok masyarakat. Seperti besar atau kecilnya tempayan yang diunakan dan ukiran yang terdapat di tempayan.
"Besar kecil tempayan dan ukiran atau relifnya ini menujukkan kasta, semakin bagus tempayan tentu semakin tinggi nilainya untuk masa itu kenunjukkan kastanya," katanya, Jumat (5/7/2019).
Namun ia belum bisa memastikan apakah lokasi ditemukan kubur tempayan tersebut merupakan komplek pemakaman di masa lalu. Apa lagi dengan informasi warga yang sebelumnya juga kerap menemukan tempayan di sekitar rumahnya.
"Informasi warga masih ada, bahkan ada yang ketemu di halam rumah dan di bawah rumahnya, lokasi ditemukan dan perkampungan disana itu lokasinya tidak jauh dari Sungai," katanya.
"Apakah itu dulu perkampugan atau kawasan pemakaman perlu diteliti lebih lanjut, karena biasanya perkampungan selalu dekat dengan sungai. Tapi ada juga kebiasaan di masa lalu lokasi pemakaman dibuat lebih jauh dari pemukiman. Tapi perlu dilakukan penelitan lebih lanjut," pungkasnya.